Senin, 26 Januari 2015

Forbidden Love : Love story Tomboy Girl 2

     Tangan ann masih memakaikan sweaternya ditubuh vallen. Sampai akhirnya mata mereka bertemu dan saling menatap. Berkali kali ann memperhatikan wajah vallen, tangan ann menyiak rambut yang berada di wajah vallen. Tangan kanannya kini berada di pundak kiri vallen. Tangannya lalu merambat ke leher vallen, lalu mengusap lembut pipi vallen dengan ibu jarinya. Vallen yang menyadari hal itu sama sekali tidak menggubris dan tidak protes. Sementara tangan kiri ann setengah melingkari pinggang vallen. Kedua tangan vallen terdiam seraya memegangi sweater yang ada ditubuhnya agar tak jatuh.
     Ann menarik pelan wajah vallen, tangan kirinya pun menarik pelan tubuh vallen agar lrbih dekat dengan tubuhnya. Ann mungkin sedang keadaan tudak sadar. Ia memang suka terlepas kontrol saat berada dekat vallen. Vallen yang begitu manis, cantik dan sexy selalu embuat gairah kejantanan ann muncul. Meskipun ann sama sama cewek. Tapi vallen selalu bisa membuatnya merasa dirinya ann sebagai laki laki.
     Ann mendekatkan wajahnya dengan wajah vallen. Vallen yang tak menolak membuat ann semakin menjadi. Ann memitingkan wajahnya sedikit ke kiri. Derasnya hujan membuat suasana semakin romantis.
Ann semakin mendekatkan wajahnya, lebih dekat, semakin dekat dan...
     GLEGARRRR...
    Suara petir yang begitu terdengar blmenggelegar membuat ann dan vallen kaget, terlebih lagi vallen yang begitu kaget dan ia refleks, ia langsung memeluk ann dengan erat sampai membuat ann merasa sesak nafas. Namun ann tifak terlalu perduli, ia justru fokus dengan wanita di depannya, ia justru kaget karna vallen tiba tiba memeluknya dengan erat. Tak lama ann pun memeluk vallen dengan penuh kemesraan, dan dia memeluk vallen bertujuan untuk menenangkan vallen yang sedang ketakutan. Rasa yang dirasakan ann begitu nyaman,begitu membahagiakan, jantungnya seakan habis berlari 100 m, darahnya mengalir dengan celat.
     Mereka berpelukan beberapa menit karena petir terus menggelegar. Hujan pun semakin deras dan angkin kencang pun mulai menerpa. Vallen semakin takut namun ann terus memeluknya.. Sekitar setengah jam kemudian hujan lumayan reda, vallen melepaskan pelukannya. Dan betingkah salah. Pipinya merah merona menahan malu. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang sebelum hujan turun lebih deras lagi.
*****
     Ann terus mondar mandir dikamarnya, mengacak acak rambutnya dan menggaruknya kasar meskipun tak gatal. Ia masih terus mondar mandir seraya sesekali memandangi layar ponselnya. Entah apa yang ditunggu.
Ia memikirkan hal yang selalu mengganggunya belakangan ini. Perasaan yang belum pernah ia rasakan, gelisah, dan bingung.
     Flo sahabatnya yang sedang asyik bermain gitar kini mulai terganggu dengan tingkah sahabat nya itu. Sesekali iya menoleh kesal melihat ann. Namun ia melanjutkan kembali permainannya. Beberapa detik kemudian flo merasa terganggu lagi, ia menoleh ke arah sahabatnya itu.
     "Hey bisa kah kau berhenti mondar mandir? Ada apa sih? ada masalah kah? Cerita saja" ucap flo. Ann memberhentikan langkahnya dan menoleh ke arah flo, ia menggelengkan kepala dengan arti tidak ada.
     "Jadi apa aku bukan sahabat mu? Kamu tidak mau cerita?" flo terus mengintrogasi ann. ann tak menjawab justru ia melanjutkan mondar mandirnya itu. Flo meletakkan gitarnya di tempat tidur ann. Flo menghampiri ann dan berdiri disampingnya.
     "Kau yakin?" tanya flo lagi. Flo menarik nafas dalam, ia menoleh ke arah flo yang disamping kirinya.
    "Vallen" ann menjawab singkat.
    "Ada apa dengannya?" tanya flo duduk di tepi tempat tidur.
    "Kemarin sore, tiba tiba ia memelukku erat karna kaget dengan suara petir, aku justru kaget dengan tingkahnya, rapi.. aku meraskan ada yang berbeda. aku merasa nyaman, bahagia, fikiran ku jadi kacau, aku terus memikirkannya" jelas ann searaya duduk disamping sahabatnya itu. Flo menoleh kearah ann dan mengernyitkan dahinya. Tiba tiba ia tersenyum devil, tangannya menepuk keras pundak ann.
       "Kau mencintainya ?" ucap flo to the point. Mendengar hal itu, ann langsung menoleh keaeah flo dengan cepat, matanya melotot. Melihat hal itu flo langsung melepaskan tangannya. Dan meringis tertawa kecil.
       "Apa kau gila? Aku masih normal! Aku dan dia sama sama perempuan, tidak mungkin aku mencintainya" bantah ann. Flo tertawa kecil, ia berdiri dan mengambil bungkus rokok dan korek gas dekat tv yang berada tak jauh dari tempat ia duduk. Ia mengambil satu batang rokok dan meletakan kembali bungkus itu di tempatnya, ia menyalakan rokoknya dan mulai menghisapnya. Ia menarik dalam hisapan rokoknya. Dan ia hembuskan perlahan sambil memainkan asp rokoknya. Ia berjalan menghampiri bilik jendela, ia berdiri di depan jendela dan pandangannya menatap lurus keluar jendela. Ia menghisap lagi rokoknya ia diamkan sejenak dan lalu ia hembuskan lagi.
      "Apa cinta memandang kelamin? Saat kita merasa nyaman, bahagia bersamanya, dan kita menutup mata, maka kita tidak tau kelaminnya apa. Kau normal? Lalu buat apa kau merasa nyaman saat memeluk seorang gadis? Mengapa kau sekolah memakai celana,? Mengapa suara mu berat? Kau selalu menganggap dirimu laki laki, entah kau sadar atau tidak menjalani semua ini.. Lihat dirimu ann..." flo membalik badan dan menunjuk tubuh ann. Ann melihat dirinya.
     "Apa seperti itu wanita normal? Come on baby, jangan kau bohongi dirimu! Jangan kamu siksa. Kamu ngga pernah berhubungan dengan laki laki meskipun hanya sekedar jalan kan? Kau pernah hampir mau menciumnya, kau sadar itu? Atau tidak?" suara flo kini agak meninggi.
      "Tapi flo..."belum selesai bicara ,flo langsung memotongnya.
      "Stop! Tak ada tapi tapian. Suatu saat kau akan menyesal karna membohongi diri mu sendiri" ucap flo lalu ia menghisap dan menarik dalam hisapan rokoknya itu. Ia membalikkantubuhnya dan menatap lagi keluar jendela. Sementara ann sibuk memikirkan kata kata flo.


Bersambung....

Sabtu, 24 Januari 2015

Forbidden Love : Love story Tomboy girl 1

1) Liliann worrathatphisits - Annindy Ann(Naphapat Chamcoy)
2) Valleny Apassaporn Jungmongkolwong - Aom S Manaying
3) Floria Samantha - Ann Siriwan Baker

****
   Kakinya terus dilangkahkan, menaiki anak tangga di sebuah rumah susun. Ia menghitung disetiap langkahnya dianak tangga itu. Tangannya membawa secarik kertas berisi alamat, sesekali matanya melirik kertas itu dan mencocokan dengan rumah yang dituju dalam alamat dikertas itu. Matanya mengamati setiap nomor didepan rumah-rumah itu. Setelah melewati 5 rumah, 201, 202, 203, 204, 205, dan 206. Sampai lah ia didepan rumah bernomor 206. Ia lirik lagi alamat dikertas itu. Yap, ini rumah yang dituju.
   Tokk.. Tokk.. Tokk..
Ia mengetuk pintu rumah yang memang tak ditutup rapat. Terlihat senyap dan tenang rumah itu.
   "Masuk" seseorang dari dalam rumah menyuruh ia masuk.
Ia pun masuk, ia melihat tampak beberapa orang didalam nya. Semua mata tertuju padanya..
    "Salam'' sapanya untuk pertama kali.
    "Ah, siapa nama mu?'' tanya seorang pria setengah baya seraya memakai kaca matanya.
    ''Ann" jawabnya singkat. Pria setengah baya bernama pak Shin yang ternyata guru privat yang akan mengajar ditempat les itu langsung mencatat nama ann dalam absen les privat. Yang memang sebelumnya ia sudah daftar les. Pak Shin langsung mempersilahkan iya duduk bersama murid lain.
    "Pria disebelah kanan" pak shin berkata, lengannya menunjuk sisi kanan didepannya. Ann tampak bingung. Dia tetap berdiri ditempatnya dalam beberapa detik. Mata pak shin setengah melotot keheranan.
    "A..aku.. Pe rem puan" ann berkata gugup, kepalanya tertunduk dan mukanya merah karena malu. Tampak beberapa murid menahan tawanya agar ann tidak tersinggung. Ann mengusap usap leher belakangnya dengan salah tingkah.
   Mereka yang didalam keheranan dengan ann bahkan tertipu. Bagaimana tidak? Ia memakai seragam sekolah namun tidak memakai rok, dia memakai celana, dadanya rata, rambutnya pendek dengan gaya rambut pria remaja asia dengan poni kedepan lalu di kesampingkan. Kulitnya bersih, dan matanya sipit, hidungnya yang mancung sanagt kontras dengan bibirnya yang berwarna kemerahan merona. Dan satu hal yang membuat ia tampak lebih seperti pria. Suaranya! Entah berapa lama iya menjadi tomboy atau bahkan ia memang menganggap dirinya sebagai pria sejak ia kecil. Sampai suaranya berat. Sangat berat untuk seorang wanita. Ia sangat tampan. Bahkan ketampanannya membuat salah seorang murid eanita paling cantik di tempat bimbel itu menjadi salting.
    Pak shin menggelengkan kepalanya sedikit dan kedua alisnya naik dengan arti tidak menyangka dengan murid barunya itu. Pak shin lalu mempersilahkan ia duduk disamping murid cewek yang paling cantik itu. Ann tersenyum dengan wanita itu. Wanita itu pun tersenyum membalas.
Ann pun mulai belajar materi yang tak ia mengerti.
 *****
    Seminggu kemudian ann les di bimbel itu. Ann ternyata anak yang sangat nakal dan malas belajar. Seminggu ia les, nilainya masih tetap sama.
Ia berjalan menuju kantin sekolah. Dengan malas ia melangkah. Ia masih merasa mengantuk makanya ia pergi kekantin untuk membeli minuman meskipun masih dijam pelajaran. Jam pelajaran ke tiga memang sedang kosong. Ann bersama flo sahabat barunya disekolah itu.
    Floria, cewek yang tomboy juga namun tak separah ann. Flo tomboy versi eropa, matanya coklat, hidungnya mancung, wajahnya pun terlihat selerti orang inggris, ia masih memakai rok saat berseragam, dadanya juga masih terlihat meskipun kecil. Rambutnya pendek sepundak, gayanya juga seperti cowok. Setiap harinya mereka bermain playstation, bermain gitar, dan juga bermain basket saat malam hari. Semenjak anm menjadi ank baru diskolahnya, flo punya teman yang sama dengannya. Selama ini flo memang cuek dengan teman teman diskolahnya.
    Ia membeli minuman soft drink di kantin, beberapa wanita keluar dari perpustakaan dan ia melihat ann dan flo sambil sesekali menunjuk. Salah seorang wanita itu penasaran dengan dua sahabat yang terkenal karna wanita tapi ganteng itu. Keduanya hampir seperti laki laki karna sama tinggi dan badannya pun besar ideal. Sudah hampir sebulan ann sekolah disekolah barunya. Namun absen nya sudah hampir 6 kali. Ia sering kalu pindah sekolah karna kenakalannya itu.
    Flo bercanda ria dengan ann saling mendorong dan membuat lelucon. Obrolannya pun layaknya pria yang membicarakan anime jepang, basket dan all of men. Tapi hanyak membahas skill bukan cowok cowok seperti cewek yang selalu bergosip tentang pria. Flo dan ann kembali kekelas mereka di lantai 2.
     Tak jarang flo mendorong ann dan sebaliknya, ann dan flo memang jail, namun itu hanya berlaku saat mereka sedang berdua. Mereka terus melangkah menuju kelas dengan candaan yang mereka buat.
Ann berjalan mundur sambil menertawakan flo yang baru saja ia jaili.
     Bruuuk..
     Ann menabrak seorang murid wanita. Dengan tak sengaja minuman ann tumpah di  bajunya, wanita itu terjatuh dan buku yang ia bawa, dan berserakan dimana mana.
     "Aww" pekik wanita itu sambil memegangi lututnya yang terbentur dilantai saat jatuh tak kuat menahan buku bawaannya.
Dengan segera Ann membantunya merapikan buku yang terjatuh. Ann membantunya berdiri dan langsung meminta maaf.
      Wanita itu menoleh ke arah wajah Ann yang berada disisi kanan belakangnya yang baru saja membantunya berdiri. Sementara tangan ann masih berada di pinggang wanita itu. Wajahnya masih tertunduk dan merasa bersalah.
    "Kau?" matanya melotot kaget melihat ann.... Ann mentap wanita itu ddengan cepat. Ann tak kalah kagetnya. Wanita itu teman bimbelnya.. Ya, ia murid paling cantik. Tapi mengapa ia bisa ada diskolah yang sama dan seragam yang sama?
      "Vallen?"
      " sedang apa kau disini?" tanya wanita itu heran dan langsung melepaskan diri dri tangan ann yg melingkari pinggangnya.
      "Aku? Tentu saja sekolah" jawab ann dengan santainya
      "Jadi kau sekolah disini?" tapi saat pertama kali kau datang ke bimbel kamu memakai seragam yang berbeda"ucap vallen. Ya saat itu ann baru beberapa hari di sekolah dan belum mendapatkan seragam. Ia masih memakai seragam sekolah lamanya.
Saat datang ke bimbel juga ia malas ganti baju jadi pulang sekolah ann bermain basket dulu bersama flo lalu langsung ke tempat bimbel.
Vallen berkata ia bingung karna ia tak pernah melihat ann disekolah. Ia hanya mendengar gosip bahwa ada anak baru yang tomboy dan memakai seragam laki laki. Namun vallen tak berfikir itu adalah ann teman satu bimbelnya.
       Ann dan flo kelas 11 sementara vallen masih 1 th dibawah mereka. Cukup lama mereka ngobrol. Flo hanya menjadi penonton.
      "Oh vallen , hampir lupa kenalkan ini floria sahabat ku" ann menepuk nepuk pundak flo. Dan flo senyum ke vallen.
     "Kita harus ke kelas sekarang"flo menepuk balik pundak ann.. Ann meminta izin untuk ke kelasnya.
     "Sampai bertemu lagi" ann melambaikan tangannya.
*****
       Sejak saat itu mereka menjadi dekat. Ann selalu mengajak vallen pulang bareng bersama flo juga. Sore ini sepulang sekolah ia berjalan jalan di taman dekat bimbel mereka. Hari ini tak ada bimbel karna libur. Ann menjadi rajin sekolah dan les semenjak dekat dengan vallen. Mereka bercanda ria. Tampak kemesraan yang lebih terlihat lebih dari seorang sahabat diantara mereka. Karna flo hari ini tdak masuk sekolah mereka pulang hanya berdua saja. Vallen meminta agar hari ini pergi sekolah dengan sepeda. Dan pastinya pulang juga. Vallen sengaja tidak membawa sepeda karna lebih memilih diboncengi ann.
      Ann menyuruh vallen agar ia berpegangan karna ann akan ngebut melewati turunan dijalanan. Ann berteriak kegirangan saat ngebut, itu berguna menghilangkan rasa takut. Sementara vallen berteriak sambil menutup matanya. Ia terus memeluk ann dengan erat. Ann memberhentikan sepedanya. Bahkan sampai saat diposisi datar vallen masih memeluk ann. Ann tersadar dengan posisi mereka..
    Deg..
Rasanya seperti ... Berbeda.. Asing.. Baru.. Damai.. Nyaman.. Bahagia.. Itulah yang dirasakan ann saat melihat vallen begitu ketakutan dan memeluknya. Ann tersenyum melihat tingkah vallen. Vallen yang begitu cantik dan imut. Wajahnya yang oval terlihat cantik dengan rambutnya yang lurus terurai panjang dengan poni yang selalu iya jepit ke samping kanan. Hidungnya yang tidak terlalu mancung tetap terlihat manis dengan bibirnya yang pink natural. Matanya kubil dan kulitnya bersih membuat nya semakin terlihat sempurna. Ditambah lagi ia sopan dan pintar. Ann selalu memperhatikan wajah ann saat sedang manja dengannya. Entah mengapa. Ann selalu menerima perlakuan manja vallen yang sebenarnya itu keegoisan vallen.. Vallen tak merasa risih karna mereka sama sama perempuan. Entah mengapa ann tak merasa risih dan menerima semuanya.
     Ann sering mengacak ngacak rambut vallen dengan sifat memanjakan.. Pemandangan ini menjadi biasa dilakukan keduanya. Valken pun tak pernah protes dengan perlakuan ann. Hujan tiba-tiba turun membasahi bumi. Dengan sigap ann langsung mengayuh sepedanya lagi. Ann langsung mencari tempat berteduh. Dan akhirnya mereka berhenti disebuah halte bus. Iya langsung turun dari sepedanya itu diikuti vallen. Dihalte mereka hanya berdua karna suasana memang sedang sepi. Ann melihat vallen memeluk dirinya sendiri karna kedinginan. Dengan inisiatifnya ann melepaskan sweater rajuf yg ia pakai. Lalu memakaikannya di tubuh vallen. Vallen setengah kaget saat menerima jaket itu. Ia menatap ann dengan teliti.. Tangan ann masih memakaikan jaketnya ditubuh vallen. Sampai akhirnya mata mereka bertemu dan saling menatap.


Bersambung..