Selasa, 31 Maret 2015

Forbidden Love : Love story Tomboy Girl 3


Lalu ia menghisap dan menarik dalam hisapan rokoknya itu. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap lagi keluar jendela. Sementara ann sibuk memikirkan kata kata flo. Ucapan flo membuat ann semakin bingung dan gelisah. Ann benar benar tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan setelah kejadian bersama Vallen tadi, langkah ann terhenti sejenak ketika merasakan ponselnya bergetar disakunya, tiba tiba ann terkejut ketika mengambil ponselnya ternyata telfon dari vallen ann hanya memandang layar ponselnya tanpa mengangkatnya.
      “kenapa tidak kau angkat ?” ucap flo.
      “aku bingung” ucap ann.
      “bingung ? kenapa kau harus bingung? angkat saja telfonnya” Tanya flo menghampiri ann yang sedang duduk di tepi tempat tidur.
Dreeet... Dreeet ponsel ann kembali bergetar.
      "angkat lah ann, barang kali ada sesuatu yang ingin ia sampaikan denganmu” ucap flo sambil menepuk pundak ann.
      “tapii..” belum selesai bicara flo langsung memotongnya.
      “Tidak ada tapi tapian ann, kau angkat sekarang telfonnya” ucap flo dengan suara agak meninggi. Ann segera mengambil ponselnya dan mengangkat telfon dari vallen.
      “hallo ?” ucap ann pelan.
      “ann maafkan aku dengan kejadian tadi sore, aku sudah lancang memelukmu, aku hanya terkejut dan takut dengan suara petir tadi, maafkan aku ann membuatmu risih.” ucap vallen. Ann terdiam tidak mengucapkan apa apa.
      “hallo ann, apakah kau mendengarku ?” ucap vallen lagi. Ann terkejut.
      “apa? Oh ii iyaa vallen. Mmm, Untuk apa kamu minta maaf? Aku tidak merasa risih sama sekali saat kau memelukku tadi” ucap ann gugup.
      “benarkah ann? Hmm aku hanya takut kamu akan risih karena aku memelukmu tadi.” Ucap vallen dengan suaranya yang lembut.
      “iya vallen, aku tidak merasa risih sama sekali kok. Aku hanya bingung..” ucap ann.
      “bingung? Kamu bingung kenapa ann?” Tanya vallen.
      “aku…”. Belum selesai ann berbicara tiba tiba telfon terputus karena handphone ann lowbet.
      “Siall !!!” seru ann sambil membantingkan ponselnya ke tempat tidur. Flo menoleh ke arah ponsel ann yang kini tlah di rempat tidur lalu menoleh ke arah ann dan menatapnya bingung..
      “kenapa? Apa kata vallen?” Tanya flo menghampiri ann.
      “dia minta maaf atas kejadian tadi sore dia takut aku merasa risih, aku ingin sekali jujur kepada vallen tentang apa yang aku rasakan saat ini, tapi mulutku ini rasanya kaku dan tidak bisa berkata apa apa” tutur ann sambil mengambil sebatang rokok dan korek gas, ia menyalahkan rokoknya dan menghisapnya dengan tatapan matanya yang seperti mencari cari cara bagaimana ia bisa jujur pada vallen.
      “sepertinya kau benar benar mencintai vallen, sudah lah tunggu apa lagi besok kau datang ke rumahnya dan ungkapkan semua perasaan kau dengan dia.” saran flo setelah menghisap rokoknya dengan santai.. Ann menaruh batang rokoknya di tepi asbak lalu ia menundukan kepalanya seraya kedua tangannya menahan kepalanya yg tetap merunduk.
       “tapi flo, aku takut vallen malah menjauhiku ini tidak wajar flo, vallen wanita begitupun aku. Aku tidak akan mungkin bisa memiliki vallen. perasaan ku salah” ann menaikkan kembali kepalanya.
        “Apa salah jika kau hanya mencoba? Apa susahnya sih mengatakan cinta pada vallen? Come on ann, jangan munafik. Aku tahu kau punya rasa sama vallen.” flo mengatakan santai lalu menghempaskan tubuhnya di tempat tidur.
      "Arrrggghh"ann mengacak2 rambut hitam halusnya, tampangnya frustasi. Ia mematikan bara api rokoknya, ann menghampiri flo yang tepar diatas tempat tidur dan ikut membaringkan tubuhnya juga. Ia menarik nafas panjang, memejamkan matanya dan meresapi yang akan terjadi jika ia jujur pada vallen.
      “entahlah flo, sudah malam sebaiknya kau tidur aku juga ingin tidur” lanjut bicara ann. Ann yang sedari tadi gelisah memilih untuk tidur dan mencoba melupakan tentang perasaannya kepada vallen, ia lebih memilih untuk diam dan memendam perasaannya
    "Flo"... Tak ada jawaban, ann bangkin dan duduk lalu melihat flo yang ternyata memang sudah terlelap.
     "Sial ternyata aku bicara sendiri" ann kembali tiduran dan melelapkan matanya.
***
Ann POV's..

Kringgg.. Kriiing.. Kriiiing
jam alarm diatas meja samping tempat tidur ku terus saja berdering. Membangunkan ku dari tidur ku yang nyenyak, aku melihat kearah jam disamping tempat tidur ku dan memecet tombol kuning yang ada diatas jam itu, jam menunjukan pukul 06:30 aku segera bangkit dari tempat tidurku dan bergegas untuk mandi. Meskipun hari libur aku tetap mandi pagi.
Selang beberapa menit selesai mandi seperti biasanya aku bercermin seraya merapihkan rambutku yang masih sedikit basah, sejenak aku menatal diri ku. Dan berfikir apa aku pantas untuk menjaga vallen sebagai orang yang lebih dari sekedar sahabat?.. aku membuka ponsel dan langsung mengirim SMS ke vallen.
      “pagi vallen” ucapan ini sudah seperti tradisi setiap pagi.
      “pagi juga ann” tak lama balasan sms dari vallen masuk.
      “hari ini kau ada dirumah tidak?” Tanya ku kepada vallen. Tak perlu menunggu lama ponsel ku bergetar ternyata balasan sms dari vallen.
      “iya, aku dirumah. Memangnya ada apa ann?” vallen membalas,
      “tidak ada apa apa vallen. Hehe” aku membalas sms vallen.
      “hmm.. aku kira ada apa” jawab vallen. Kini aku tidak langsung membalas sms dari vallen, aku bersiap siap untuk ke rumah vallen. Aku tidak sabar untuk bertemu vallen dan mengungkapkan perasaanku kepada vallen, tapi masih ada fikiran yang simpang siur diotakku, mengingat resiko yang akan terjadi. diiringi rintik hujan dengan ragu ku langkah kan kakiku untuk bertemu dengan wanita yang aku cintai. Aku berhenti di sebuah toko boneka dan aku melangkahkan kakiku memasukki toko itu, lalu aku berfikir untuk membeli sebuah boneka beruang berwarna Pink bertuliskan “I love you” aku tepat berada didepanku, aku sengaja membelinya untuk diberikan kepada vallen.
Sesampainya aku di rumah vallen. Ku langkahkan kakiku agak gemetar..
Tokk tokk tokk
     “Salam" ucapku.
     “iya tunggu sebentar..” terdengar suara yang tak asing bagi ku  dari dalam rumah vallen, membuat jantung ku semakin berdegup kencang tak beraturan.
Suara itu tak lama membukakan pintu.
     “ha.. haii vallen” sapa ku gugup.
      “ann, kamu kok tidak bilang kalau kamu mau ke rumah ku? Kamu lari ya? Ko keringatan?” Tanya vallen dengan mimik muka bingung.
     “hmm iya, aku tadi habis dari toko di dekat sini,danbsekalian saja aku mampir ke rumah kamu, aku tidak lari, cuaca sedang panas” jawabku asal.
      “owh gitu ya, masuk yuk.” Vallen mempersilakan ku untuk masuk ke dalam rumahnya. vallen mengajak ku ke kamarnya.
      Vallen menginjakan kakikanya didapur dan membuatkanku minuman seperti biasa.. Aku mulai gelisah, lagi lagi fikiranku kacau dan jantungku berdebar sangat kencang. Tak lama kemudian vallen datang dan memberikan se-gelas es jeruk.
      “terimakasih vallen, oh ya ini untukmu” aku menanggapi gelas yang berisikan es jeruk dan memberikan hadiah kecil untuk vallen. Vallen tersenyum lalu heboh karena ia sangat suka boneka itu, ya aku tau boneka favorit dia, senyuman vallen benar benar membuat ann tidak tahan dengan semua perasaanku, aku ingin sekali segera mengungkapkan perasaanku kepada vallen. aku dan vallen menghabiskan waktu berdua di rumah vallen yang memang hanya ada kita berdua. Orang tua vallen sedang bekerja diluar kota dan kakaknya sedang pelatihan drama di kampusnya. vallen bercerita tentang banyak hal dikehidupannya, aku hanya tersenyum dan terus memandang setiap inci wajah vallen yang cantik dan imut itu. Seketika vallen terdiam, sepertinya vallen sudah kehabisan cerita. Vallen merekomendasikanku untuk membaca salah satu novel milik vallen.
     "Kau harus baca novel ini"aku menggelengkan kepala dan hanya tersenyum kepada vallen. Vallen terlihat sibuk membaca kata demi kata novel yang saat itu ia pegang. Vallen terlihat asik membaca, tanpa dia sadari aku berpindah tempat. Tepat di hadapan vallen, di belakang novel yang vallen baca. Vallen menoleh ke arah tadi aku duduk namun aku sudah tidak ada. Lalu iya menoleh ke arah depannya.
      “Astaga, ann kau mengagetkanku!!!” vallen memukul pelan pahaku karena kaget. Aku tidak merespon apa apa, dia hanya tersenyum dan tangan ku mengambil pelan novel yang di pegang vallen tanpa mengalihkan pandanganku ke arah lain.
Aku merubah posisi ku, aku setengah berdiri dengan disangga lututku, aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya. Entah setan apa yang merasukiku. Wajah kami semakin berdekatan, semakin dekat..
Semakin dekat..
Dan cuph..
Bibir ku menyentuh bibir vallen. Vallen hanya terdiam dan aku tau vallen pasti tidak mengerti dengan keadaan ini, ia pasti bingung dan tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini. Aku pun tidak tau sedang sadar atau tidak. Beberapa detik berlalu sepertinya vallen mulai mengikuti permainan bibirku, menikmati apa yang aku lakukan kepadanya. Sesekali ku kecup lembut tepi bibirnya yang tipis, aku tidak bisa menahan lagi, nafsu dan cinta menjadi satu. Ku dorong lembut tubuhnya dan kini ia terbaring ditempat tidur, kulirik matanya yang ia pejamkan, aku semakin bernafsu, ku lumat terus bibirnya, kumainkan lidahnya pelan, sesekali kutarik lembut bibirnya dengan bibirku.. Ku peluk tubuhnya juga, dan kurasakan ia memeluk ku juga, lalu tangannya melingkari leherku sesekali ia menjambakku pelan, menit demi menit saling berpadu bekerja sma dengan baik dengan kami, kurasakan sesuatu di dadaku, sesuatu yang mengganjal dari tubuh vallen yang aku tau itu bukit indah miliknya, nafsu ku tak terkontrol, perlahan tangan ku mulai merambat masuk ke dalam kaos vallen dan ku arahkan tanganku dan menaikkan paksa branya dan sedikit meremas payudaranya dengan sedikit keras, kami masih saling terpadu dalam satu ciuman, vallen masih pasrah dan sedikit mendesah. Ku gigit bibirnya dengan lembut, kumainkan pula putingnya dan kuremas lagi payudaranya lagi lagi dan lagi..
aku dikagetkan oleh vallen yang tiba2 mendorongku dengan paksa, aku pun tersadar dengan tindakanku. aku tidak dapat berkata sepatah katapun, ku lihat vallen sedang merapikan kembali pakaiannya. Kami saling diam seribu bahasa, aku tertunduk dan berlalu pergi tanpa menoleh ke arah ku. aku terdiam dan mencoba mencerna detik demi detik yang baru saja terjadi. Beberapa menit aku diam dikamar ini, aku tersadar akan vallen,
       "Dimana dia?" gumam ku dalam hati. aku melangkahkan kaki keluar kamar dan mencari vallen di tiap ruangan. Aku menemukan vallen sedang duduk ditepi kolam berenang dibelakang rumahnya, dengan perasaan menyesal aku hampiri dia. Aku tak langsung angkat bicara. aku duduk disampingnya dan menatap lurus ke depan, aku tak kuasa menoleh kearahnya. Vallen pasti sangat marah dengan perlakuanku barusan. Aku tertunduk kembali dan menjambak rambutku.
        "Ann" suara vallen menyebut namaku. Namun tak ada kata kata lanjutannya.
        "Aku tau vallen kamu marah, ak aku minta maaf"suaraku semakin merendah.
        "Kenapa ann? apa yang kau lakukan?" tatapan vallen terlihat kosong.
       "Maafkan aku, aku memang salah vallen. aku salah. Aku... Aku menciummu.. aku.. Minta maaf," aku tertunduk, vallen masih diam.
        "Tampar aku vallen, pukul aku vallen, aku terima semua perlakuan mu, aku mengaku salah vallen, a.. aku melakukan ini, karna.." aku menoleh ke arah vallen dan bicara dengan cepat,
       "Karena apa ann?" kini vallen menoleh kearah ku. Aku kembali menatap lurus ke depan.
      "Karna aku mencintaimu" ucapku perlahan,
      "Apa?" tanya vallen
      “jangan marah llen, maafkan aku dengan perasaan ini, aku menyayangimu lebih dari seorang teman. Ya itu yang aku rasakan. Perasaan ini muncul sejak kau memelukku saat itu. Maafkan aku sudah lancang bicara seperti ini kepada mu. Maaf aku... mencintaimu, aku tau, perasaan ini memang salah, sangat salah .." aku tertunduk. Kami saling diam
       "Maafkan aku, aku akan pergi dari hidup kamu, aku tidak akan menyakitimu lagi dengan keadaan ini.." aku berdiri dan melangkah berbalik, kulangkahkan pelan kakiku.
      "Ann" suara vallen memanggil, aku terhenti dan membalikan tubuhku tanoa aku menoleh ke arah vallen. Sontak aku kaget, tiba tiba vallen memeluk tubuhku dengan sangat erat, ya ternyata dia ada dihadapanku. Entah sejak kapan. Ia memelukku sampai aku merasa sedikit sesak dan sulit bernafas, tapi aku merasa sangat bahagia. Apa ini hanya mimpi?
         "Aku tidak marah ann, aku hanya baru sadar, perasaan ku sama dengan lerasaan yang kamu miliki" kosa kata demi kosa kata yang keluar dari mulutnya membuat mataku membulat tak percaya.
         "Aku mencintamu juga ann" ucapnya lagi. Aku tak oercaya dengan semua ini, aku membalas pelukannya dengan lembut dan mencubit tanganku,sakit! Ternyata ini nyata..
       "You will be my girlfriend?" tanya ku.. Dia mengangguk mantap. Aku sangat bahagia. aku memeluknya lagi untuk beberala saat lalu kukecup lembut keningnya.

***
Author POV's
       Tepat tanggal 07 February 2015, hari yang tak pernah ann lupakan. Dimana ia resmi memiliki vallen sebagai 'girlfriend'nya, dimana vallen menjadi miliknya dan ann menjadi milik vallen. Hari demi hari di lewati bersama, tak jarang ketika jam istirahat sekolah ann sempatkan waktu untuk menghampiri vallen, dan makan siang bersama. Terasa begitu indah memilikinya, meski ann tahu ini adalah hubungan terlarang. Tapi rencana tuhan siapa yang tau? Dan ann percaya, cinta adalah ciptaan tuhan dan kini ann memiliki cinta terlarang ini. Ann berjanji akan selalu menjaga cinta yang diberikan oleh tuhan kepada dirinya, dan cinta itu adalah vallen. Ann lebih sering datang ke rumah vallen, seperti biasa menghabiskan waktu berdua di kamar kecil vallen. Kamar dimana semua hal indah terjadi. Memeluknya, melepaskan rindu yang tertahan berbagi hangat ciuman, dan berbagi kasih. Hubungan ini tentunya menjadi rahasia terbesar vallen dari keluarganya. Ann berusaha bersikap biasa biasa saja bila di depan kedua orang tua vallen supaya keluarga vallen tidak ada yang curiga dengan kedekatan ann dengan vallen. Demi menyembunyikan rahasia terbesarnya vallen lebih memilih untuk main di rumah ann, karena kebetulan rumah ann selalu kosong karena orang tua nya selalu sibuk bekerja diluar sana. Suatu ketika vallen datang kerumah ann, seperti biasa ann menyambutnya dengan mengacak ngacak rambut vallen. Hal yang selalu ann lakukan, dan hal yang disukai vallen.
         “sayang, tahu nggak? Aku sudah membuat agenda kita hari ini. nih lihat” vallen memperlihatkan gulungan kertas yang di ambil dari ranselnya. Sejenak ann melamun melihat tulisan-tulisan yang ada didalam kertas itu.
         “sayang, kamu yakin bakalan ngelakuin ini semua?” Tanya ann heran.
         “yakin , kenapa? Aaa jangan katakan nggak kuat ?? hayo ngaku!” goda vallen manja. Ann mencubit pipi vallen.
        “enakk aja gak kuat, kalau gitu ayo kita buktikan siapa yang sebenarnya tidak kuat” seru ann.
        “ ayoo siapa takutt” ucap vallen, menjulurkan lidahnya. Meledek ann, ann ingin mengacak ngacak rambut vallen tapi kali ini vallen menghindar, dan mereka bercanda sampai terhempas ditempat tidur, kemudian ann membelai mesra rambut vallen dan mereka terhanyut dalam hangat dan lembutnya bibir dengan penuh cinta. Hingga lama bibir ann menyentuh bibir vallen, mereka di kejutkan dengan suara orang datang, ann pun segera mengecek keluar siapa yang datang. Vallen terlihat sangat takut dan segera mengumpat di kamar mandi. Tak lama kemudian ann datang dan tertawa melihat vallen celingukan di balik pintu kamar mandi..
          “ihh apaan sih kamu ketawa!! Lucu banget apa ya!” seru vallen kesal sambil cemberut.
          “ hahaha abisnya kamu lucu sayang, nggak usah sampai segitunya kali. Yang datang itu mamah aku, ayo kita keluar. Katanya mau ngelakuin semua yang ada di kertas” tangan ann meraih tangan vallen. Dan ann memperkenalkan vallen kepada mamahnya. Setelah cukup basa basi dengan mamahnya, dengan segera ann menarik tangan vallen, menuntun vallen kebelakang rumahnya.
          “mau kemana kita?” Tanya vallen heran.
          “Katanya mau ngelakuin hal-hal yang ada digulungan itu. Lah ayo ikuti aku saja” jawab ann.
          “wahh iyaa iyaa, ayo cepat sayang aku sudah tidak sabar.” Seru vallen tersenyum manja. Setelah beberapa menit berjalan kaki. Ann meminta vallen menutup matanya. Lalu ann menuntun vallen kesuatu tempat.
          “sekarang kamu boleh buka mata kamu” ucap ann. Vallen membuka matanya secara perlahan, yang pertama dilihat vallen adalah ann kekasihnya dimana dibelakangnya terdapat pemandangan yang luar biasa. Sebuah perbukitan yang sangat indah.
         “wooaaaahh amazing! Sayang, tak ku sangka kamu akan mengajakku ke sini ann. Tempatnya begitu indah! Naahh sesuai dengan rencanaku, ayo kita mulai. Siapa yang terlebih dahulu sampai diatas bukit sana, dialah yang kuat dan menjadi pemenangnya.” Seru vallen dengan raut wajah yang terlihat bahagia.
          “Oke siapa takut! Pasti akulah yang kuat dan sampai diatas sana duluan” ucap ann meledek vallen.
          “kita buktikan saja. Hitungan ketiga, kita mulai. 1……2……3……” mereka berdua pun saling mendahului, berlomba mendaki perbukittan yang lumayan tinggi.
         “hati hati sayang” terdengar vallen meledek ann yang jauh tertinggal dibelakangnya. Dan akhirnya vallen yang sampai terlebih dahulu diatas bukit. Ann masih terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyusul vallen yang sudah sampai diatas bukit.
          “ayo sayang cepetan, kering nih aku nungguinnya! Katanya kuat, masa gitu aja udah ngosh ngosh’an.” Ejek vallen kepada ann.
           “Awas aja ya kamu, tunggu aku disana” teriak ann. Dengan susah payah ann mendaki bukit, akhirnya ann sampai juga dia diatas bukit.
            “hahahah sayang, sayang," ann tertawa terbahak bahak.

Kemudian ann berbaring miring menatap vallen yang dari tadi tidak ada henti hentinya mengagumi keindahan alam diatas bukit.
          “wahh apaan tuh?” teriak vallen mengagetkan ann.
          “apaan sih sayang?” ucap ann terkejut.
          “Ada awan hitam yank, itu lihat! (menunjuk kearah langit) nggak asik banget deh, kayanya mau hujan” ucap vallen.
         “ohh tenang sayang, biar aku yang usir awan hitamnya. Biar gak turun hujan” langsung saja ann berdiri sambil melakukan gaya seolah olah sang Avatar yang sedang mengendalikan elemen udara. Hahha ‪#‎plakk‬ ‪#‎alaykumatt‬.
***
Tetes demi tetes air mendarat diwajah vallen, bertanda mantera ann tidak mempan mengusir hujan.
         “sayang, kayanya mantera ku tidak mempan deh. Ayo kita turun, biar tidak kehujanan.” Belum selesai ann bicara, hujan sudah turun dengan derasnya. Dengan segera ann merangkul vallen, ann melepaskan sweater yang dia kenakan untuk melindungi kepala vallen dari hujan. Bersama-sama mereka turun kebawah, tapi sepertinya cuaca tidak mengizinkan langkah kaki mereka untuk melangkah terlalu jauh. Hingga mereka tiba disebuah pohon yang lumayan besar, dan memutuskan untuk berteduh disana.
         “sayang, kita berteduh dipohon ini aja ya. Sepertinya tidak baik kalau kita paksakan untuk turun kebawah, jalannya terlalu licin dan terlalu berbahaya. Kita tunggu sampai hujan redah ya sayang” ucap ann. Dan akhirnya mereka duduk dibawah pohon itu. Udara yang tadinya sejuk kini berubah menjadi dingin. Vallen terlihat menggigil kedinginan, giginya terkatup-katup tak tahan akan dinginnya cuaca saat itu. Dengan segera ann memeluk tubuh vallen dengan sangat erat seakan akan ann tak ingin sesuatu hal yang buruk menimpah vallen.
         “Sabar sayang, hujan pasti segera redah kok” ucap ann memeluk tubuh vallen dengan erat. Vallen hanya mengangguk dan memeluk tubuh ann. Lama mereka berpelukan dalam derasnya hujan. Hal yang diluar rencana malah membuat semua ini semakin romantis. Cara ann melindungi vallen, cara ann memanjakan vallen, cara ann menyayangi vallen, membuat vallen semakin sayang kepada ann dan tak ingin kehilangan ann. Setelah hujan mulai redah mereka bergegas turun bersama, dengan langkah kecil dan canda tawa dari bibir mereka, mereka meninggalkan tempat yang tak akan pernah mereka lupakan.
Bersambung….


Senin, 09 Maret 2015

Surat untuk Tuhan :)

Assalamu'alaikum wr wb..
      Tertuju untuk mu tuhan yang selalu ku kasihi..
Hari ini aku masih dengan keadaan seperti kemarin,
Dengan tantangan hidup yang selalu kau beri sama seperti hambamu yang lain.
Tapi  kau pasti mengetahui diriku..
Aku masih menjadi hambamu yang selalu bersyukur,
Atas nafas dan rezeki yang kau beri hari ini..
       Tuhan,
Mungkin hidup ini sulit, tapi kau meringankannya dengan segala
Pertolongan kasihmu yang indah dan selalu berbeda..
Aku bukanlah hambamu yang sempurna,
Aku pun jarang kerumah mu untuk beribadah..
Namun kau selalu senantiasa memberiku pertolongan
Agar aku tak lupa dengan mu..
      Tuhan,
Terimakasih kau memberi ku kisah emas yang sangat berharga
Dalam hidup yang ku jalani..
Aku memang tak sempurna, tapi kasih mu menyempurnakanku..
Saat aku jatuh dan tertatih, kau senantiasa membantu ku untuk berdiri.
Kau menunjukan orang orang yang harus ku tolong di depan ku,
Aku memang tak kaya harta, tapi aku tau tujuan mu
Memperlihatkan mereka dihadapanku.
Untuk bersyukur dan memberi harta yang masih ku punya..
       Tuhan,
Terimakasih kau telah menggantikan semua yang ku kasihi untuk mereka..
Terimakasih kau telah memberiku kekuatan dibalik kelemahanku..
Terimakasih kau telah menghapus semua kesedihanku..
Terimakasih kau telah memberiku orang orang yang menyayangiku..
Terimakasih kau telah mengerti segala kesusahanku..
Kau memang tak selalu datang disetiap ku meminta namun
kau selalu merencanakan hal yang sangat indah untuk menjawab semua doa ku..
       Tuhan..
Hanya alhamdulillahirobbil'alamin yang bisa ku ucapkan..
Tak ada kata lain untuk berterimakasih karna pertolongan mu yangbtak terhitumg untuk ku..
Kau yang selalu ada, selalu hadir,selalu menolong dan sebagainya..
      Tuhan..
Terimakasih kau telah lahirkan ku dengan wujud yang tak kurang sedikitpun..
Terimakasih kau tellah memberiku ibu yang sangat luar biasa..
Terimakasih atas segalanya..
       Tuhan,
Jila suatu saat nanti kau hentikan nafas ini, dan raga ini..
Aku minta agar kau tetap mengasihi dan menjaga orang orang yang ku sayang dan orang orang yang menyayangiku..
Segala puji bagi mu dari ku..

Amin..

Wa'alaikum salam wr.wb..
Hambamu..

Selasa, 17 Februari 2015

HindiSongLiryc

Lagu ini gua tulis di blog, karna ini salah satu lagu favorite gue. Sebenernya gia biasa aja sama negara india. Karna gua lebih suka Thailand.

Lagu ini lumayan enak menurut gua, asik, slow.

Checkidot aje lah.....


Jeena jeena By Atif Aslam


Hmm.. hmm...

Dhaleez pe mere dil ki
Jo rakhe hain tune kadam
Tere naam pe meri zindagi
Likh di mere humdum

Haan sikha maine jeena jeena kaise jeena
Haan sikha maine jeena mere humdum
Na sikha kabhi jeena jeena kaise jeena
Na sikha jeena tere bina humdum

Dhaleez pe mere dil ki
Jo rakhe hain tune kadam
Tere naam pe meri zindagi
Likh di mere humdum

Haan sikha maine jeena jeena kaise jeena
Haan sikha maine jeena mere humdum
Na sikha kabhi jeena jeena kaise jeena
Na sikha jeena tere bina humdum

Hmm.. hmm..

Sachi si hain yeh taarifein
Dil se jo maine kari hain.. (x2)

Jo tu mila to saji hain
Duniya meri humdum
O aasma mila zameen ko meri
Aadhe aadhe poore hain hum
Tere naam pe meri zindagi
Likh di mere humdum

Haan sikha maine jeena jeena kaise jeena
Haan sikha maine jeena mere humdum
Na sikha kabhi jeena jeena kaise jeena
Na sikha jeena tere bina humdum

Hmmm




Yaps.. Seperti itu liriknya .. Hohoho..
Thanks before, happy reading ^_^

Backstreet love

      Entah dari mana kisah ini dimulai. Entah sejak kapan perasaan ini muncul. Entah darikapan gua mengenalnya. Yang gua inget, dia adalah cewe yang gua sayang, gua cinta, dia cewe kedua gua. Agak kurang ajar sih kisah ini, disaat gua dua in GF gua.. Cewe india yang sejak tanggal 24 januari kemarin resmi jadi GF gua kini gua duain gua dengan cewe yang sebelumnya gua anggap sebatas adik, cewe yang sebelumnya dikatakan makhluk yang lurus.
       Namanya Veena, cewek feminim yang terjabat sebagai selingkuhan gua sejak tanggal 7 februari. Gua sayang keduanya. Archan, dia bini pertama gua, cewe india yang manis dan tomboy. Facebook!! Itu media pertama kali guaengenal mereka berdua. Awalnya mereka sahabat gua. Archan nyatain cintanya setelah kita sama sama single! Dia menyukai gua karna gua tomboy, orangnya sederhana dan manis.. Begitu kata archan hahaha.
       Saat gua masih berstatus adik kakak angkat sama veena, gua sering ngeledekin dia, bilang gua suka sama dia. Dan entah kenapa perasaan itu benar muncul. Awal kenal veena itu saat Dela si cewek tomboy yang gua anggap adik itu curhat kalau dia punya seorang sahabat yang dia cintai tapi dela ngga pernah berani buat nyatakan cintanya sama si sahabat nya dikarnakan dela tau sahabatnya ini LURUS.
      Begitu pun gua, gua juga punya kisah yang sama, disaat gua mencintai sahabat gua yang bernama Rene, namun gua takut persahabat gua hancur karena gua nyatakan cinta sama rene, dan gua putuskan untuk memendamnya sendiri. Sampai gua kenal dela dan kita saling curhat dan kita menjadi dekat.
       Veena, dia lah sahabat yang di cintai dela, veena mulai berkomunikasi mengenai dela yang kepergok melarang veena agar ngga berkomunikasi sama gua, yaa i know she is so jealous with me. Secara diam diam kita sering komunikasi. Dan gua mendapat info dari veena sendiri, kalau dia sebenarnya juga ada rasa dengan dila. Tentu aja veena nyuruh gua agar jaga rahasia ini. Mereka saling suka namun saling menutupi. Gua jadi semakin dekat dengan veena. Karna veena sering curhat tentang dila yang selalu modus sama cewe cewe.
        Sementara gua, gua cemburu dengan rene, karna gua tau rene memiliki rasa dengan sahabat gua yang bernama Rio, dia cowo tulen tentunya. Oke, gua mungkin ngga sesempurna rio. Namun gua tau, rio hanya PHPin rene karna rio mau membalas dendam dengan rene yang pernah nyelingkuhin rio dimasa lalh. Di kelas 11 ini mreka satu kelas disekolah tentunya sekelas sama gua juga. Apalah daya seorang belok, gua ngga bisa ngasih tau rene tentang niat rio sebenarnya, karna gua ngga mau bikin semuanya hancur. Ya, gua ngga mau bikin persahabatan ini hancur.
        Tanggal 28 oktober, gua jadian dengan seorang cewe yang gua kenal dikotu, saat pandangan pertama, gua berjabat tangan sama dia dan hati gua merasa deg deg an, gua ngobrol dengan salah satu teman gua yang gia kenal di BBM, yang ngga lain adalah seorang sahabat dari cewe yang gua kenal di kotu ini. Perlahan perasaan gua buat rene pun surut. Gua sayang sama jane. Ya, namanya jane. Namun hubungan gua ngga berjalan lama, hanya 2 bulan beberapa hari dan selang seminggu gua jadian sama archan..
        Gua mulai bisa melepas jane, meskipun kita LDR an dan terkadang dia sibuk dengan kegiatan Judonya, Gua tetap setia menunggu pesan masuk dari dia. Ya, jahat memang karena gua menduakan dia. Tapi entah kenapa gua ngga mau kehilangan keduanya. Gua pacaran sembunyi sembunyi dengam Veena karna gua punya archan dan veena punya zen. Dan kita sama sama menjadi selingkuhan. Kita juga menjaga perasaan dila meskipun dila bilang dia udah ngga ada rasa sama veena. Dila terlalu player dan veena bilang itu yang membuat dia ngga nyaman sama dila.
       Gua awal bercandain veena, gua bilang gua mau jadi selingkuhan dia, dan entah gimana detailnya. akhirnya kita jadian. Awal awal jadian, dila mencurigai kami telah jadian, meskipun kenyataan nya begitu tapi kami tetap menjaga perasaan dila. Gua mulai membagi waktu dengan veena dan archan.

*****

       Tak terasa hubungan gua dengan veena berjalan 2 bulan. Kakak kakak an gua, Sam, meminta izin buat menginap dirumah gua beberapa hari selama di jakarta. Gua menfajak sam, veena dan dila untuk pergi ke kota tua di hari minggu. Gua berangkat bersama sam. Dan dila bersama veena. Ini lah first time meeting gua sama veena. Selama kami berhubungan kami memang belum pernah ketemu.
      Pukul 11:30 gua tiba di halte tujuan akhir kota tua. Gua mulai keluar halte bersamaan sam. Gua memutar mutar ponsel menunggu balasan dila sedang dimana mereka. Gua mulai tak tenang, keringat dingin karna akan bertemu veena. Kami masih backstreet.
       "Lo kenapa si reska? Ngga bisa diem dah" ucap kak sam yang sedari tadi memperhatikan tingkah aneh gua. Gua cuma menggelengkan kepala. Berjalan sambil menunduk.
        "Weh, " seseorang menepuk pundak gua. Gua menoleh cepat kearah kiri. Dan gua melihat sosok yang lumayan ngga asing bersama wanita berdiri di sampingnya.
       "Eseeh ni die, dila yang ditunggu2" gua dan dia besalaman ala buci buci kota.
       "Gua udah duluan disni" dila melepas salaman.
Setelah itu gua bersalaman dengan ...... Wanita yang tak asing, hati gua deg deg an ngga karuan, keringat dingin, nervous, speachless, dan dia adalah...
        "Hey, veena" gua menjabat tangan veena seraya menatap matanya dalam saat tak sengaja pandangan kita saling bertemu. Veena hanya tersenyum tersipu malu. Gua merasakan tangannya yang terasa dingin. Gua pun lalu melepas jabatannya. Sam kini yang bersalaman. Setelah itu kami berjalan jalan sambil mengobrol setelah makan siang.
 Gua merasa kebelet buang air kecil, namun sam dan dila ngga mau nemenin. Kebetulaaaaaaaaaan bangeeet veena juga mau ke toilet. akhirnya kami berdua ke toilet. Kami masih diam seribu bahasa.
          Setelah lega dari toilet, veena mengajak gua biat menemani dia ke alfamart membi tissue. Di alfa gua melihat coklat dairy milk. Dan gua berniat membelikan veena coklat. Gua mengambil dua batang coklat dairy milk ukuran besar gua berbalik badan dengan tujuan mau menanyakan apa dia suka coklat. Dan...
       Bruk..
       Kami, bertabrakan di alfamart. Dan coklat yang gua pegang jatuh. Dengan sigap gua mengambilnya dilantai, dan entah kenapa fikiran kami sama. Kami saling menatap dan tangan kami bersentuhan. Persis seperti di pelem pelem. Haha..
 Gua pun salting dan cengar cengir malu malu ga jelas. Gua langsung ngambil coklat itu. Dan berdiri.
        "Udah beli tissuenya?" tanya gua seraya tersenyum. Dia pun hanya tersenyum. Dia berbalik badan mau menuju kasir. Dengan sigap gua meraih lengannya dan dia pun berbalik dan hampir benturan dengan tubuh gua. Lagi lagi kami bertatapan.
        "Jngan buru buru, aku kangen sama kamu vee" ucap gua memberanikan angkat bicara. Veena tampak malu malu. Gua mengenyampingkan poninya yang panjang dan menutupi wajahnya.. Gua tatap wajahnya dan tersenyum. Jemari gua menggenggam tangan nya lalu gua kecup punggung tangannya. Dia tampak sangat malu. Dan sebenarnya sama dengan gua. Tapi ngga lucu juga kan baru ketemu tapi ngga ada yang angkat bicara duluan.. Beberapa menit gua berbincang disana akhirnya si sam dan dila cerewet nyuruh kita balik. Dan kita baru sadar tentang mereka haha. Setelah membayar dua coklat dan satu tissue gua dan veena pun keluar. Dan menghampri dila dan sam.
          Hari ini menjadi moment yang membahagiakan buat gua. Setelah itu gua tetap bertemu dengan veena hanya berdua. Meskipun jarang karna kami punya kesibukan masing masing di sekolah. Entah sampai kapan kita backstreet tapi ngga masalah demi menjaga hubungan kami.

Senin, 26 Januari 2015

Forbidden Love : Love story Tomboy Girl 2

     Tangan ann masih memakaikan sweaternya ditubuh vallen. Sampai akhirnya mata mereka bertemu dan saling menatap. Berkali kali ann memperhatikan wajah vallen, tangan ann menyiak rambut yang berada di wajah vallen. Tangan kanannya kini berada di pundak kiri vallen. Tangannya lalu merambat ke leher vallen, lalu mengusap lembut pipi vallen dengan ibu jarinya. Vallen yang menyadari hal itu sama sekali tidak menggubris dan tidak protes. Sementara tangan kiri ann setengah melingkari pinggang vallen. Kedua tangan vallen terdiam seraya memegangi sweater yang ada ditubuhnya agar tak jatuh.
     Ann menarik pelan wajah vallen, tangan kirinya pun menarik pelan tubuh vallen agar lrbih dekat dengan tubuhnya. Ann mungkin sedang keadaan tudak sadar. Ia memang suka terlepas kontrol saat berada dekat vallen. Vallen yang begitu manis, cantik dan sexy selalu embuat gairah kejantanan ann muncul. Meskipun ann sama sama cewek. Tapi vallen selalu bisa membuatnya merasa dirinya ann sebagai laki laki.
     Ann mendekatkan wajahnya dengan wajah vallen. Vallen yang tak menolak membuat ann semakin menjadi. Ann memitingkan wajahnya sedikit ke kiri. Derasnya hujan membuat suasana semakin romantis.
Ann semakin mendekatkan wajahnya, lebih dekat, semakin dekat dan...
     GLEGARRRR...
    Suara petir yang begitu terdengar blmenggelegar membuat ann dan vallen kaget, terlebih lagi vallen yang begitu kaget dan ia refleks, ia langsung memeluk ann dengan erat sampai membuat ann merasa sesak nafas. Namun ann tifak terlalu perduli, ia justru fokus dengan wanita di depannya, ia justru kaget karna vallen tiba tiba memeluknya dengan erat. Tak lama ann pun memeluk vallen dengan penuh kemesraan, dan dia memeluk vallen bertujuan untuk menenangkan vallen yang sedang ketakutan. Rasa yang dirasakan ann begitu nyaman,begitu membahagiakan, jantungnya seakan habis berlari 100 m, darahnya mengalir dengan celat.
     Mereka berpelukan beberapa menit karena petir terus menggelegar. Hujan pun semakin deras dan angkin kencang pun mulai menerpa. Vallen semakin takut namun ann terus memeluknya.. Sekitar setengah jam kemudian hujan lumayan reda, vallen melepaskan pelukannya. Dan betingkah salah. Pipinya merah merona menahan malu. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang sebelum hujan turun lebih deras lagi.
*****
     Ann terus mondar mandir dikamarnya, mengacak acak rambutnya dan menggaruknya kasar meskipun tak gatal. Ia masih terus mondar mandir seraya sesekali memandangi layar ponselnya. Entah apa yang ditunggu.
Ia memikirkan hal yang selalu mengganggunya belakangan ini. Perasaan yang belum pernah ia rasakan, gelisah, dan bingung.
     Flo sahabatnya yang sedang asyik bermain gitar kini mulai terganggu dengan tingkah sahabat nya itu. Sesekali iya menoleh kesal melihat ann. Namun ia melanjutkan kembali permainannya. Beberapa detik kemudian flo merasa terganggu lagi, ia menoleh ke arah sahabatnya itu.
     "Hey bisa kah kau berhenti mondar mandir? Ada apa sih? ada masalah kah? Cerita saja" ucap flo. Ann memberhentikan langkahnya dan menoleh ke arah flo, ia menggelengkan kepala dengan arti tidak ada.
     "Jadi apa aku bukan sahabat mu? Kamu tidak mau cerita?" flo terus mengintrogasi ann. ann tak menjawab justru ia melanjutkan mondar mandirnya itu. Flo meletakkan gitarnya di tempat tidur ann. Flo menghampiri ann dan berdiri disampingnya.
     "Kau yakin?" tanya flo lagi. Flo menarik nafas dalam, ia menoleh ke arah flo yang disamping kirinya.
    "Vallen" ann menjawab singkat.
    "Ada apa dengannya?" tanya flo duduk di tepi tempat tidur.
    "Kemarin sore, tiba tiba ia memelukku erat karna kaget dengan suara petir, aku justru kaget dengan tingkahnya, rapi.. aku meraskan ada yang berbeda. aku merasa nyaman, bahagia, fikiran ku jadi kacau, aku terus memikirkannya" jelas ann searaya duduk disamping sahabatnya itu. Flo menoleh kearah ann dan mengernyitkan dahinya. Tiba tiba ia tersenyum devil, tangannya menepuk keras pundak ann.
       "Kau mencintainya ?" ucap flo to the point. Mendengar hal itu, ann langsung menoleh keaeah flo dengan cepat, matanya melotot. Melihat hal itu flo langsung melepaskan tangannya. Dan meringis tertawa kecil.
       "Apa kau gila? Aku masih normal! Aku dan dia sama sama perempuan, tidak mungkin aku mencintainya" bantah ann. Flo tertawa kecil, ia berdiri dan mengambil bungkus rokok dan korek gas dekat tv yang berada tak jauh dari tempat ia duduk. Ia mengambil satu batang rokok dan meletakan kembali bungkus itu di tempatnya, ia menyalakan rokoknya dan mulai menghisapnya. Ia menarik dalam hisapan rokoknya. Dan ia hembuskan perlahan sambil memainkan asp rokoknya. Ia berjalan menghampiri bilik jendela, ia berdiri di depan jendela dan pandangannya menatap lurus keluar jendela. Ia menghisap lagi rokoknya ia diamkan sejenak dan lalu ia hembuskan lagi.
      "Apa cinta memandang kelamin? Saat kita merasa nyaman, bahagia bersamanya, dan kita menutup mata, maka kita tidak tau kelaminnya apa. Kau normal? Lalu buat apa kau merasa nyaman saat memeluk seorang gadis? Mengapa kau sekolah memakai celana,? Mengapa suara mu berat? Kau selalu menganggap dirimu laki laki, entah kau sadar atau tidak menjalani semua ini.. Lihat dirimu ann..." flo membalik badan dan menunjuk tubuh ann. Ann melihat dirinya.
     "Apa seperti itu wanita normal? Come on baby, jangan kau bohongi dirimu! Jangan kamu siksa. Kamu ngga pernah berhubungan dengan laki laki meskipun hanya sekedar jalan kan? Kau pernah hampir mau menciumnya, kau sadar itu? Atau tidak?" suara flo kini agak meninggi.
      "Tapi flo..."belum selesai bicara ,flo langsung memotongnya.
      "Stop! Tak ada tapi tapian. Suatu saat kau akan menyesal karna membohongi diri mu sendiri" ucap flo lalu ia menghisap dan menarik dalam hisapan rokoknya itu. Ia membalikkantubuhnya dan menatap lagi keluar jendela. Sementara ann sibuk memikirkan kata kata flo.


Bersambung....

Sabtu, 24 Januari 2015

Forbidden Love : Love story Tomboy girl 1

1) Liliann worrathatphisits - Annindy Ann(Naphapat Chamcoy)
2) Valleny Apassaporn Jungmongkolwong - Aom S Manaying
3) Floria Samantha - Ann Siriwan Baker

****
   Kakinya terus dilangkahkan, menaiki anak tangga di sebuah rumah susun. Ia menghitung disetiap langkahnya dianak tangga itu. Tangannya membawa secarik kertas berisi alamat, sesekali matanya melirik kertas itu dan mencocokan dengan rumah yang dituju dalam alamat dikertas itu. Matanya mengamati setiap nomor didepan rumah-rumah itu. Setelah melewati 5 rumah, 201, 202, 203, 204, 205, dan 206. Sampai lah ia didepan rumah bernomor 206. Ia lirik lagi alamat dikertas itu. Yap, ini rumah yang dituju.
   Tokk.. Tokk.. Tokk..
Ia mengetuk pintu rumah yang memang tak ditutup rapat. Terlihat senyap dan tenang rumah itu.
   "Masuk" seseorang dari dalam rumah menyuruh ia masuk.
Ia pun masuk, ia melihat tampak beberapa orang didalam nya. Semua mata tertuju padanya..
    "Salam'' sapanya untuk pertama kali.
    "Ah, siapa nama mu?'' tanya seorang pria setengah baya seraya memakai kaca matanya.
    ''Ann" jawabnya singkat. Pria setengah baya bernama pak Shin yang ternyata guru privat yang akan mengajar ditempat les itu langsung mencatat nama ann dalam absen les privat. Yang memang sebelumnya ia sudah daftar les. Pak Shin langsung mempersilahkan iya duduk bersama murid lain.
    "Pria disebelah kanan" pak shin berkata, lengannya menunjuk sisi kanan didepannya. Ann tampak bingung. Dia tetap berdiri ditempatnya dalam beberapa detik. Mata pak shin setengah melotot keheranan.
    "A..aku.. Pe rem puan" ann berkata gugup, kepalanya tertunduk dan mukanya merah karena malu. Tampak beberapa murid menahan tawanya agar ann tidak tersinggung. Ann mengusap usap leher belakangnya dengan salah tingkah.
   Mereka yang didalam keheranan dengan ann bahkan tertipu. Bagaimana tidak? Ia memakai seragam sekolah namun tidak memakai rok, dia memakai celana, dadanya rata, rambutnya pendek dengan gaya rambut pria remaja asia dengan poni kedepan lalu di kesampingkan. Kulitnya bersih, dan matanya sipit, hidungnya yang mancung sanagt kontras dengan bibirnya yang berwarna kemerahan merona. Dan satu hal yang membuat ia tampak lebih seperti pria. Suaranya! Entah berapa lama iya menjadi tomboy atau bahkan ia memang menganggap dirinya sebagai pria sejak ia kecil. Sampai suaranya berat. Sangat berat untuk seorang wanita. Ia sangat tampan. Bahkan ketampanannya membuat salah seorang murid eanita paling cantik di tempat bimbel itu menjadi salting.
    Pak shin menggelengkan kepalanya sedikit dan kedua alisnya naik dengan arti tidak menyangka dengan murid barunya itu. Pak shin lalu mempersilahkan ia duduk disamping murid cewek yang paling cantik itu. Ann tersenyum dengan wanita itu. Wanita itu pun tersenyum membalas.
Ann pun mulai belajar materi yang tak ia mengerti.
 *****
    Seminggu kemudian ann les di bimbel itu. Ann ternyata anak yang sangat nakal dan malas belajar. Seminggu ia les, nilainya masih tetap sama.
Ia berjalan menuju kantin sekolah. Dengan malas ia melangkah. Ia masih merasa mengantuk makanya ia pergi kekantin untuk membeli minuman meskipun masih dijam pelajaran. Jam pelajaran ke tiga memang sedang kosong. Ann bersama flo sahabat barunya disekolah itu.
    Floria, cewek yang tomboy juga namun tak separah ann. Flo tomboy versi eropa, matanya coklat, hidungnya mancung, wajahnya pun terlihat selerti orang inggris, ia masih memakai rok saat berseragam, dadanya juga masih terlihat meskipun kecil. Rambutnya pendek sepundak, gayanya juga seperti cowok. Setiap harinya mereka bermain playstation, bermain gitar, dan juga bermain basket saat malam hari. Semenjak anm menjadi ank baru diskolahnya, flo punya teman yang sama dengannya. Selama ini flo memang cuek dengan teman teman diskolahnya.
    Ia membeli minuman soft drink di kantin, beberapa wanita keluar dari perpustakaan dan ia melihat ann dan flo sambil sesekali menunjuk. Salah seorang wanita itu penasaran dengan dua sahabat yang terkenal karna wanita tapi ganteng itu. Keduanya hampir seperti laki laki karna sama tinggi dan badannya pun besar ideal. Sudah hampir sebulan ann sekolah disekolah barunya. Namun absen nya sudah hampir 6 kali. Ia sering kalu pindah sekolah karna kenakalannya itu.
    Flo bercanda ria dengan ann saling mendorong dan membuat lelucon. Obrolannya pun layaknya pria yang membicarakan anime jepang, basket dan all of men. Tapi hanyak membahas skill bukan cowok cowok seperti cewek yang selalu bergosip tentang pria. Flo dan ann kembali kekelas mereka di lantai 2.
     Tak jarang flo mendorong ann dan sebaliknya, ann dan flo memang jail, namun itu hanya berlaku saat mereka sedang berdua. Mereka terus melangkah menuju kelas dengan candaan yang mereka buat.
Ann berjalan mundur sambil menertawakan flo yang baru saja ia jaili.
     Bruuuk..
     Ann menabrak seorang murid wanita. Dengan tak sengaja minuman ann tumpah di  bajunya, wanita itu terjatuh dan buku yang ia bawa, dan berserakan dimana mana.
     "Aww" pekik wanita itu sambil memegangi lututnya yang terbentur dilantai saat jatuh tak kuat menahan buku bawaannya.
Dengan segera Ann membantunya merapikan buku yang terjatuh. Ann membantunya berdiri dan langsung meminta maaf.
      Wanita itu menoleh ke arah wajah Ann yang berada disisi kanan belakangnya yang baru saja membantunya berdiri. Sementara tangan ann masih berada di pinggang wanita itu. Wajahnya masih tertunduk dan merasa bersalah.
    "Kau?" matanya melotot kaget melihat ann.... Ann mentap wanita itu ddengan cepat. Ann tak kalah kagetnya. Wanita itu teman bimbelnya.. Ya, ia murid paling cantik. Tapi mengapa ia bisa ada diskolah yang sama dan seragam yang sama?
      "Vallen?"
      " sedang apa kau disini?" tanya wanita itu heran dan langsung melepaskan diri dri tangan ann yg melingkari pinggangnya.
      "Aku? Tentu saja sekolah" jawab ann dengan santainya
      "Jadi kau sekolah disini?" tapi saat pertama kali kau datang ke bimbel kamu memakai seragam yang berbeda"ucap vallen. Ya saat itu ann baru beberapa hari di sekolah dan belum mendapatkan seragam. Ia masih memakai seragam sekolah lamanya.
Saat datang ke bimbel juga ia malas ganti baju jadi pulang sekolah ann bermain basket dulu bersama flo lalu langsung ke tempat bimbel.
Vallen berkata ia bingung karna ia tak pernah melihat ann disekolah. Ia hanya mendengar gosip bahwa ada anak baru yang tomboy dan memakai seragam laki laki. Namun vallen tak berfikir itu adalah ann teman satu bimbelnya.
       Ann dan flo kelas 11 sementara vallen masih 1 th dibawah mereka. Cukup lama mereka ngobrol. Flo hanya menjadi penonton.
      "Oh vallen , hampir lupa kenalkan ini floria sahabat ku" ann menepuk nepuk pundak flo. Dan flo senyum ke vallen.
     "Kita harus ke kelas sekarang"flo menepuk balik pundak ann.. Ann meminta izin untuk ke kelasnya.
     "Sampai bertemu lagi" ann melambaikan tangannya.
*****
       Sejak saat itu mereka menjadi dekat. Ann selalu mengajak vallen pulang bareng bersama flo juga. Sore ini sepulang sekolah ia berjalan jalan di taman dekat bimbel mereka. Hari ini tak ada bimbel karna libur. Ann menjadi rajin sekolah dan les semenjak dekat dengan vallen. Mereka bercanda ria. Tampak kemesraan yang lebih terlihat lebih dari seorang sahabat diantara mereka. Karna flo hari ini tdak masuk sekolah mereka pulang hanya berdua saja. Vallen meminta agar hari ini pergi sekolah dengan sepeda. Dan pastinya pulang juga. Vallen sengaja tidak membawa sepeda karna lebih memilih diboncengi ann.
      Ann menyuruh vallen agar ia berpegangan karna ann akan ngebut melewati turunan dijalanan. Ann berteriak kegirangan saat ngebut, itu berguna menghilangkan rasa takut. Sementara vallen berteriak sambil menutup matanya. Ia terus memeluk ann dengan erat. Ann memberhentikan sepedanya. Bahkan sampai saat diposisi datar vallen masih memeluk ann. Ann tersadar dengan posisi mereka..
    Deg..
Rasanya seperti ... Berbeda.. Asing.. Baru.. Damai.. Nyaman.. Bahagia.. Itulah yang dirasakan ann saat melihat vallen begitu ketakutan dan memeluknya. Ann tersenyum melihat tingkah vallen. Vallen yang begitu cantik dan imut. Wajahnya yang oval terlihat cantik dengan rambutnya yang lurus terurai panjang dengan poni yang selalu iya jepit ke samping kanan. Hidungnya yang tidak terlalu mancung tetap terlihat manis dengan bibirnya yang pink natural. Matanya kubil dan kulitnya bersih membuat nya semakin terlihat sempurna. Ditambah lagi ia sopan dan pintar. Ann selalu memperhatikan wajah ann saat sedang manja dengannya. Entah mengapa. Ann selalu menerima perlakuan manja vallen yang sebenarnya itu keegoisan vallen.. Vallen tak merasa risih karna mereka sama sama perempuan. Entah mengapa ann tak merasa risih dan menerima semuanya.
     Ann sering mengacak ngacak rambut vallen dengan sifat memanjakan.. Pemandangan ini menjadi biasa dilakukan keduanya. Valken pun tak pernah protes dengan perlakuan ann. Hujan tiba-tiba turun membasahi bumi. Dengan sigap ann langsung mengayuh sepedanya lagi. Ann langsung mencari tempat berteduh. Dan akhirnya mereka berhenti disebuah halte bus. Iya langsung turun dari sepedanya itu diikuti vallen. Dihalte mereka hanya berdua karna suasana memang sedang sepi. Ann melihat vallen memeluk dirinya sendiri karna kedinginan. Dengan inisiatifnya ann melepaskan sweater rajuf yg ia pakai. Lalu memakaikannya di tubuh vallen. Vallen setengah kaget saat menerima jaket itu. Ia menatap ann dengan teliti.. Tangan ann masih memakaikan jaketnya ditubuh vallen. Sampai akhirnya mata mereka bertemu dan saling menatap.


Bersambung..

Rabu, 31 Desember 2014

My Dream with my girlfriend ({})


Disaat hampir semua cewe lurus berlomba2 biat
kecantikan mreka, genit2 sama cowo, tapi semua
itu ga ada didalam diri gua.. Gua lebih milih gaya
yg simple tanpa harus dandan, gua lebih suka
maskulin style, yg cma make kaos dan celana
cowo.. Gua pun ga ada niat buat godain cowo..
Tpi waktu gua masih berpenampilan agak feminim
org sering salah kaprah , bilang kalo gua ini
godain n deketin cwo org laen.. Padahal bro2 mau
godain ,suka juga ngga..
Disaat kbanyakan cewe berharap memiliki cowo yg
bisa jagain dia.. Justru gua malah sebalik'a gua
cewe yg pngen jagain cewe yg gua sayang..
Disaat seorang cwe pngen pnya kluarga bahagia
dg cowo yg dia syang, justru itu ga ada di diri
gua..
Gua mau punya keluarga, gua mau punya anak dn
bahagia slama'a.. Tapi gua mau jalanin itu semua
dngan cwe yg gua sayang.. Lo pernah kebayang
ga sih satu kluarga yg terdiri dari cewe dn cwe
punya ank? Aneh kan, Tpi gua justru berfkir itu
semua indah..
Yaps! ADOPSI ANAK.. Kadng gua fkir itu jlan yg
tepat.. Gua ngebayangin , suatu saat gua bisa
tinggal breng GF dn ank adopsian gua itu dn
ngejalanin segala'a layang'a sepasang suami istri
yg bahagia dg ank mreka.. Dimana saat pagi GF
gua nyiapin sarapan buat gua dn ank gua.. Trus gf
gua nyiapin persiapan gua buat kerja dan
persiapan ank gua buat sekolah.. Selesai sarapan
gua anter anak ke sekolah.. Dn gf gua nganter
gua n ank gua smpe dpab rmah dn melambaikan
tangan.. Impian terindah yg gua miliki..itu yg mau
gua jalanini..
Dia, Wanita yg slalu sempurna dimata gua.. Sekalipun
dia kdang nyebelin itu smua ga ada apa2'a krna
gua sayang sma dia..Dan gua jga gatau dia pnya
rsa sayang yg sma apa ga kegua.. Tpi gua sayang
bgt sma dia.. Gua ga pernah takut org tau tntang
hubungan gua sma dia.. Justru gua bangga karna
milikin dia.. Biar qja org mau bilang apa dn gua ga
pduli.. Mreka hargai gua skur ga juga ga msalah..
Impian aneh ini hampir tiap malem gua fikirin..
Gua juga udah mikirin klo smpe itu smua terjadi
dn saat tuh ank udah gede udah ngerti smua'a dn
harus trima ortu angkat'a itu belok gua cma pnya
harapan dia bsa tau arti'a ketulusan yg gua kasih
slama ngerawat dia.. Karna apa yg gua jalani itu
tuluss..