Selasa, 17 Februari 2015

Backstreet love

      Entah dari mana kisah ini dimulai. Entah sejak kapan perasaan ini muncul. Entah darikapan gua mengenalnya. Yang gua inget, dia adalah cewe yang gua sayang, gua cinta, dia cewe kedua gua. Agak kurang ajar sih kisah ini, disaat gua dua in GF gua.. Cewe india yang sejak tanggal 24 januari kemarin resmi jadi GF gua kini gua duain gua dengan cewe yang sebelumnya gua anggap sebatas adik, cewe yang sebelumnya dikatakan makhluk yang lurus.
       Namanya Veena, cewek feminim yang terjabat sebagai selingkuhan gua sejak tanggal 7 februari. Gua sayang keduanya. Archan, dia bini pertama gua, cewe india yang manis dan tomboy. Facebook!! Itu media pertama kali guaengenal mereka berdua. Awalnya mereka sahabat gua. Archan nyatain cintanya setelah kita sama sama single! Dia menyukai gua karna gua tomboy, orangnya sederhana dan manis.. Begitu kata archan hahaha.
       Saat gua masih berstatus adik kakak angkat sama veena, gua sering ngeledekin dia, bilang gua suka sama dia. Dan entah kenapa perasaan itu benar muncul. Awal kenal veena itu saat Dela si cewek tomboy yang gua anggap adik itu curhat kalau dia punya seorang sahabat yang dia cintai tapi dela ngga pernah berani buat nyatakan cintanya sama si sahabat nya dikarnakan dela tau sahabatnya ini LURUS.
      Begitu pun gua, gua juga punya kisah yang sama, disaat gua mencintai sahabat gua yang bernama Rene, namun gua takut persahabat gua hancur karena gua nyatakan cinta sama rene, dan gua putuskan untuk memendamnya sendiri. Sampai gua kenal dela dan kita saling curhat dan kita menjadi dekat.
       Veena, dia lah sahabat yang di cintai dela, veena mulai berkomunikasi mengenai dela yang kepergok melarang veena agar ngga berkomunikasi sama gua, yaa i know she is so jealous with me. Secara diam diam kita sering komunikasi. Dan gua mendapat info dari veena sendiri, kalau dia sebenarnya juga ada rasa dengan dila. Tentu aja veena nyuruh gua agar jaga rahasia ini. Mereka saling suka namun saling menutupi. Gua jadi semakin dekat dengan veena. Karna veena sering curhat tentang dila yang selalu modus sama cewe cewe.
        Sementara gua, gua cemburu dengan rene, karna gua tau rene memiliki rasa dengan sahabat gua yang bernama Rio, dia cowo tulen tentunya. Oke, gua mungkin ngga sesempurna rio. Namun gua tau, rio hanya PHPin rene karna rio mau membalas dendam dengan rene yang pernah nyelingkuhin rio dimasa lalh. Di kelas 11 ini mreka satu kelas disekolah tentunya sekelas sama gua juga. Apalah daya seorang belok, gua ngga bisa ngasih tau rene tentang niat rio sebenarnya, karna gua ngga mau bikin semuanya hancur. Ya, gua ngga mau bikin persahabatan ini hancur.
        Tanggal 28 oktober, gua jadian dengan seorang cewe yang gua kenal dikotu, saat pandangan pertama, gua berjabat tangan sama dia dan hati gua merasa deg deg an, gua ngobrol dengan salah satu teman gua yang gia kenal di BBM, yang ngga lain adalah seorang sahabat dari cewe yang gua kenal di kotu ini. Perlahan perasaan gua buat rene pun surut. Gua sayang sama jane. Ya, namanya jane. Namun hubungan gua ngga berjalan lama, hanya 2 bulan beberapa hari dan selang seminggu gua jadian sama archan..
        Gua mulai bisa melepas jane, meskipun kita LDR an dan terkadang dia sibuk dengan kegiatan Judonya, Gua tetap setia menunggu pesan masuk dari dia. Ya, jahat memang karena gua menduakan dia. Tapi entah kenapa gua ngga mau kehilangan keduanya. Gua pacaran sembunyi sembunyi dengam Veena karna gua punya archan dan veena punya zen. Dan kita sama sama menjadi selingkuhan. Kita juga menjaga perasaan dila meskipun dila bilang dia udah ngga ada rasa sama veena. Dila terlalu player dan veena bilang itu yang membuat dia ngga nyaman sama dila.
       Gua awal bercandain veena, gua bilang gua mau jadi selingkuhan dia, dan entah gimana detailnya. akhirnya kita jadian. Awal awal jadian, dila mencurigai kami telah jadian, meskipun kenyataan nya begitu tapi kami tetap menjaga perasaan dila. Gua mulai membagi waktu dengan veena dan archan.

*****

       Tak terasa hubungan gua dengan veena berjalan 2 bulan. Kakak kakak an gua, Sam, meminta izin buat menginap dirumah gua beberapa hari selama di jakarta. Gua menfajak sam, veena dan dila untuk pergi ke kota tua di hari minggu. Gua berangkat bersama sam. Dan dila bersama veena. Ini lah first time meeting gua sama veena. Selama kami berhubungan kami memang belum pernah ketemu.
      Pukul 11:30 gua tiba di halte tujuan akhir kota tua. Gua mulai keluar halte bersamaan sam. Gua memutar mutar ponsel menunggu balasan dila sedang dimana mereka. Gua mulai tak tenang, keringat dingin karna akan bertemu veena. Kami masih backstreet.
       "Lo kenapa si reska? Ngga bisa diem dah" ucap kak sam yang sedari tadi memperhatikan tingkah aneh gua. Gua cuma menggelengkan kepala. Berjalan sambil menunduk.
        "Weh, " seseorang menepuk pundak gua. Gua menoleh cepat kearah kiri. Dan gua melihat sosok yang lumayan ngga asing bersama wanita berdiri di sampingnya.
       "Eseeh ni die, dila yang ditunggu2" gua dan dia besalaman ala buci buci kota.
       "Gua udah duluan disni" dila melepas salaman.
Setelah itu gua bersalaman dengan ...... Wanita yang tak asing, hati gua deg deg an ngga karuan, keringat dingin, nervous, speachless, dan dia adalah...
        "Hey, veena" gua menjabat tangan veena seraya menatap matanya dalam saat tak sengaja pandangan kita saling bertemu. Veena hanya tersenyum tersipu malu. Gua merasakan tangannya yang terasa dingin. Gua pun lalu melepas jabatannya. Sam kini yang bersalaman. Setelah itu kami berjalan jalan sambil mengobrol setelah makan siang.
 Gua merasa kebelet buang air kecil, namun sam dan dila ngga mau nemenin. Kebetulaaaaaaaaaan bangeeet veena juga mau ke toilet. akhirnya kami berdua ke toilet. Kami masih diam seribu bahasa.
          Setelah lega dari toilet, veena mengajak gua biat menemani dia ke alfamart membi tissue. Di alfa gua melihat coklat dairy milk. Dan gua berniat membelikan veena coklat. Gua mengambil dua batang coklat dairy milk ukuran besar gua berbalik badan dengan tujuan mau menanyakan apa dia suka coklat. Dan...
       Bruk..
       Kami, bertabrakan di alfamart. Dan coklat yang gua pegang jatuh. Dengan sigap gua mengambilnya dilantai, dan entah kenapa fikiran kami sama. Kami saling menatap dan tangan kami bersentuhan. Persis seperti di pelem pelem. Haha..
 Gua pun salting dan cengar cengir malu malu ga jelas. Gua langsung ngambil coklat itu. Dan berdiri.
        "Udah beli tissuenya?" tanya gua seraya tersenyum. Dia pun hanya tersenyum. Dia berbalik badan mau menuju kasir. Dengan sigap gua meraih lengannya dan dia pun berbalik dan hampir benturan dengan tubuh gua. Lagi lagi kami bertatapan.
        "Jngan buru buru, aku kangen sama kamu vee" ucap gua memberanikan angkat bicara. Veena tampak malu malu. Gua mengenyampingkan poninya yang panjang dan menutupi wajahnya.. Gua tatap wajahnya dan tersenyum. Jemari gua menggenggam tangan nya lalu gua kecup punggung tangannya. Dia tampak sangat malu. Dan sebenarnya sama dengan gua. Tapi ngga lucu juga kan baru ketemu tapi ngga ada yang angkat bicara duluan.. Beberapa menit gua berbincang disana akhirnya si sam dan dila cerewet nyuruh kita balik. Dan kita baru sadar tentang mereka haha. Setelah membayar dua coklat dan satu tissue gua dan veena pun keluar. Dan menghampri dila dan sam.
          Hari ini menjadi moment yang membahagiakan buat gua. Setelah itu gua tetap bertemu dengan veena hanya berdua. Meskipun jarang karna kami punya kesibukan masing masing di sekolah. Entah sampai kapan kita backstreet tapi ngga masalah demi menjaga hubungan kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar