Selasa, 31 Maret 2015

Forbidden Love : Love story Tomboy Girl 3


Lalu ia menghisap dan menarik dalam hisapan rokoknya itu. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap lagi keluar jendela. Sementara ann sibuk memikirkan kata kata flo. Ucapan flo membuat ann semakin bingung dan gelisah. Ann benar benar tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan setelah kejadian bersama Vallen tadi, langkah ann terhenti sejenak ketika merasakan ponselnya bergetar disakunya, tiba tiba ann terkejut ketika mengambil ponselnya ternyata telfon dari vallen ann hanya memandang layar ponselnya tanpa mengangkatnya.
      “kenapa tidak kau angkat ?” ucap flo.
      “aku bingung” ucap ann.
      “bingung ? kenapa kau harus bingung? angkat saja telfonnya” Tanya flo menghampiri ann yang sedang duduk di tepi tempat tidur.
Dreeet... Dreeet ponsel ann kembali bergetar.
      "angkat lah ann, barang kali ada sesuatu yang ingin ia sampaikan denganmu” ucap flo sambil menepuk pundak ann.
      “tapii..” belum selesai bicara flo langsung memotongnya.
      “Tidak ada tapi tapian ann, kau angkat sekarang telfonnya” ucap flo dengan suara agak meninggi. Ann segera mengambil ponselnya dan mengangkat telfon dari vallen.
      “hallo ?” ucap ann pelan.
      “ann maafkan aku dengan kejadian tadi sore, aku sudah lancang memelukmu, aku hanya terkejut dan takut dengan suara petir tadi, maafkan aku ann membuatmu risih.” ucap vallen. Ann terdiam tidak mengucapkan apa apa.
      “hallo ann, apakah kau mendengarku ?” ucap vallen lagi. Ann terkejut.
      “apa? Oh ii iyaa vallen. Mmm, Untuk apa kamu minta maaf? Aku tidak merasa risih sama sekali saat kau memelukku tadi” ucap ann gugup.
      “benarkah ann? Hmm aku hanya takut kamu akan risih karena aku memelukmu tadi.” Ucap vallen dengan suaranya yang lembut.
      “iya vallen, aku tidak merasa risih sama sekali kok. Aku hanya bingung..” ucap ann.
      “bingung? Kamu bingung kenapa ann?” Tanya vallen.
      “aku…”. Belum selesai ann berbicara tiba tiba telfon terputus karena handphone ann lowbet.
      “Siall !!!” seru ann sambil membantingkan ponselnya ke tempat tidur. Flo menoleh ke arah ponsel ann yang kini tlah di rempat tidur lalu menoleh ke arah ann dan menatapnya bingung..
      “kenapa? Apa kata vallen?” Tanya flo menghampiri ann.
      “dia minta maaf atas kejadian tadi sore dia takut aku merasa risih, aku ingin sekali jujur kepada vallen tentang apa yang aku rasakan saat ini, tapi mulutku ini rasanya kaku dan tidak bisa berkata apa apa” tutur ann sambil mengambil sebatang rokok dan korek gas, ia menyalahkan rokoknya dan menghisapnya dengan tatapan matanya yang seperti mencari cari cara bagaimana ia bisa jujur pada vallen.
      “sepertinya kau benar benar mencintai vallen, sudah lah tunggu apa lagi besok kau datang ke rumahnya dan ungkapkan semua perasaan kau dengan dia.” saran flo setelah menghisap rokoknya dengan santai.. Ann menaruh batang rokoknya di tepi asbak lalu ia menundukan kepalanya seraya kedua tangannya menahan kepalanya yg tetap merunduk.
       “tapi flo, aku takut vallen malah menjauhiku ini tidak wajar flo, vallen wanita begitupun aku. Aku tidak akan mungkin bisa memiliki vallen. perasaan ku salah” ann menaikkan kembali kepalanya.
        “Apa salah jika kau hanya mencoba? Apa susahnya sih mengatakan cinta pada vallen? Come on ann, jangan munafik. Aku tahu kau punya rasa sama vallen.” flo mengatakan santai lalu menghempaskan tubuhnya di tempat tidur.
      "Arrrggghh"ann mengacak2 rambut hitam halusnya, tampangnya frustasi. Ia mematikan bara api rokoknya, ann menghampiri flo yang tepar diatas tempat tidur dan ikut membaringkan tubuhnya juga. Ia menarik nafas panjang, memejamkan matanya dan meresapi yang akan terjadi jika ia jujur pada vallen.
      “entahlah flo, sudah malam sebaiknya kau tidur aku juga ingin tidur” lanjut bicara ann. Ann yang sedari tadi gelisah memilih untuk tidur dan mencoba melupakan tentang perasaannya kepada vallen, ia lebih memilih untuk diam dan memendam perasaannya
    "Flo"... Tak ada jawaban, ann bangkin dan duduk lalu melihat flo yang ternyata memang sudah terlelap.
     "Sial ternyata aku bicara sendiri" ann kembali tiduran dan melelapkan matanya.
***
Ann POV's..

Kringgg.. Kriiing.. Kriiiing
jam alarm diatas meja samping tempat tidur ku terus saja berdering. Membangunkan ku dari tidur ku yang nyenyak, aku melihat kearah jam disamping tempat tidur ku dan memecet tombol kuning yang ada diatas jam itu, jam menunjukan pukul 06:30 aku segera bangkit dari tempat tidurku dan bergegas untuk mandi. Meskipun hari libur aku tetap mandi pagi.
Selang beberapa menit selesai mandi seperti biasanya aku bercermin seraya merapihkan rambutku yang masih sedikit basah, sejenak aku menatal diri ku. Dan berfikir apa aku pantas untuk menjaga vallen sebagai orang yang lebih dari sekedar sahabat?.. aku membuka ponsel dan langsung mengirim SMS ke vallen.
      “pagi vallen” ucapan ini sudah seperti tradisi setiap pagi.
      “pagi juga ann” tak lama balasan sms dari vallen masuk.
      “hari ini kau ada dirumah tidak?” Tanya ku kepada vallen. Tak perlu menunggu lama ponsel ku bergetar ternyata balasan sms dari vallen.
      “iya, aku dirumah. Memangnya ada apa ann?” vallen membalas,
      “tidak ada apa apa vallen. Hehe” aku membalas sms vallen.
      “hmm.. aku kira ada apa” jawab vallen. Kini aku tidak langsung membalas sms dari vallen, aku bersiap siap untuk ke rumah vallen. Aku tidak sabar untuk bertemu vallen dan mengungkapkan perasaanku kepada vallen, tapi masih ada fikiran yang simpang siur diotakku, mengingat resiko yang akan terjadi. diiringi rintik hujan dengan ragu ku langkah kan kakiku untuk bertemu dengan wanita yang aku cintai. Aku berhenti di sebuah toko boneka dan aku melangkahkan kakiku memasukki toko itu, lalu aku berfikir untuk membeli sebuah boneka beruang berwarna Pink bertuliskan “I love you” aku tepat berada didepanku, aku sengaja membelinya untuk diberikan kepada vallen.
Sesampainya aku di rumah vallen. Ku langkahkan kakiku agak gemetar..
Tokk tokk tokk
     “Salam" ucapku.
     “iya tunggu sebentar..” terdengar suara yang tak asing bagi ku  dari dalam rumah vallen, membuat jantung ku semakin berdegup kencang tak beraturan.
Suara itu tak lama membukakan pintu.
     “ha.. haii vallen” sapa ku gugup.
      “ann, kamu kok tidak bilang kalau kamu mau ke rumah ku? Kamu lari ya? Ko keringatan?” Tanya vallen dengan mimik muka bingung.
     “hmm iya, aku tadi habis dari toko di dekat sini,danbsekalian saja aku mampir ke rumah kamu, aku tidak lari, cuaca sedang panas” jawabku asal.
      “owh gitu ya, masuk yuk.” Vallen mempersilakan ku untuk masuk ke dalam rumahnya. vallen mengajak ku ke kamarnya.
      Vallen menginjakan kakikanya didapur dan membuatkanku minuman seperti biasa.. Aku mulai gelisah, lagi lagi fikiranku kacau dan jantungku berdebar sangat kencang. Tak lama kemudian vallen datang dan memberikan se-gelas es jeruk.
      “terimakasih vallen, oh ya ini untukmu” aku menanggapi gelas yang berisikan es jeruk dan memberikan hadiah kecil untuk vallen. Vallen tersenyum lalu heboh karena ia sangat suka boneka itu, ya aku tau boneka favorit dia, senyuman vallen benar benar membuat ann tidak tahan dengan semua perasaanku, aku ingin sekali segera mengungkapkan perasaanku kepada vallen. aku dan vallen menghabiskan waktu berdua di rumah vallen yang memang hanya ada kita berdua. Orang tua vallen sedang bekerja diluar kota dan kakaknya sedang pelatihan drama di kampusnya. vallen bercerita tentang banyak hal dikehidupannya, aku hanya tersenyum dan terus memandang setiap inci wajah vallen yang cantik dan imut itu. Seketika vallen terdiam, sepertinya vallen sudah kehabisan cerita. Vallen merekomendasikanku untuk membaca salah satu novel milik vallen.
     "Kau harus baca novel ini"aku menggelengkan kepala dan hanya tersenyum kepada vallen. Vallen terlihat sibuk membaca kata demi kata novel yang saat itu ia pegang. Vallen terlihat asik membaca, tanpa dia sadari aku berpindah tempat. Tepat di hadapan vallen, di belakang novel yang vallen baca. Vallen menoleh ke arah tadi aku duduk namun aku sudah tidak ada. Lalu iya menoleh ke arah depannya.
      “Astaga, ann kau mengagetkanku!!!” vallen memukul pelan pahaku karena kaget. Aku tidak merespon apa apa, dia hanya tersenyum dan tangan ku mengambil pelan novel yang di pegang vallen tanpa mengalihkan pandanganku ke arah lain.
Aku merubah posisi ku, aku setengah berdiri dengan disangga lututku, aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya. Entah setan apa yang merasukiku. Wajah kami semakin berdekatan, semakin dekat..
Semakin dekat..
Dan cuph..
Bibir ku menyentuh bibir vallen. Vallen hanya terdiam dan aku tau vallen pasti tidak mengerti dengan keadaan ini, ia pasti bingung dan tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini. Aku pun tidak tau sedang sadar atau tidak. Beberapa detik berlalu sepertinya vallen mulai mengikuti permainan bibirku, menikmati apa yang aku lakukan kepadanya. Sesekali ku kecup lembut tepi bibirnya yang tipis, aku tidak bisa menahan lagi, nafsu dan cinta menjadi satu. Ku dorong lembut tubuhnya dan kini ia terbaring ditempat tidur, kulirik matanya yang ia pejamkan, aku semakin bernafsu, ku lumat terus bibirnya, kumainkan lidahnya pelan, sesekali kutarik lembut bibirnya dengan bibirku.. Ku peluk tubuhnya juga, dan kurasakan ia memeluk ku juga, lalu tangannya melingkari leherku sesekali ia menjambakku pelan, menit demi menit saling berpadu bekerja sma dengan baik dengan kami, kurasakan sesuatu di dadaku, sesuatu yang mengganjal dari tubuh vallen yang aku tau itu bukit indah miliknya, nafsu ku tak terkontrol, perlahan tangan ku mulai merambat masuk ke dalam kaos vallen dan ku arahkan tanganku dan menaikkan paksa branya dan sedikit meremas payudaranya dengan sedikit keras, kami masih saling terpadu dalam satu ciuman, vallen masih pasrah dan sedikit mendesah. Ku gigit bibirnya dengan lembut, kumainkan pula putingnya dan kuremas lagi payudaranya lagi lagi dan lagi..
aku dikagetkan oleh vallen yang tiba2 mendorongku dengan paksa, aku pun tersadar dengan tindakanku. aku tidak dapat berkata sepatah katapun, ku lihat vallen sedang merapikan kembali pakaiannya. Kami saling diam seribu bahasa, aku tertunduk dan berlalu pergi tanpa menoleh ke arah ku. aku terdiam dan mencoba mencerna detik demi detik yang baru saja terjadi. Beberapa menit aku diam dikamar ini, aku tersadar akan vallen,
       "Dimana dia?" gumam ku dalam hati. aku melangkahkan kaki keluar kamar dan mencari vallen di tiap ruangan. Aku menemukan vallen sedang duduk ditepi kolam berenang dibelakang rumahnya, dengan perasaan menyesal aku hampiri dia. Aku tak langsung angkat bicara. aku duduk disampingnya dan menatap lurus ke depan, aku tak kuasa menoleh kearahnya. Vallen pasti sangat marah dengan perlakuanku barusan. Aku tertunduk kembali dan menjambak rambutku.
        "Ann" suara vallen menyebut namaku. Namun tak ada kata kata lanjutannya.
        "Aku tau vallen kamu marah, ak aku minta maaf"suaraku semakin merendah.
        "Kenapa ann? apa yang kau lakukan?" tatapan vallen terlihat kosong.
       "Maafkan aku, aku memang salah vallen. aku salah. Aku... Aku menciummu.. aku.. Minta maaf," aku tertunduk, vallen masih diam.
        "Tampar aku vallen, pukul aku vallen, aku terima semua perlakuan mu, aku mengaku salah vallen, a.. aku melakukan ini, karna.." aku menoleh ke arah vallen dan bicara dengan cepat,
       "Karena apa ann?" kini vallen menoleh kearah ku. Aku kembali menatap lurus ke depan.
      "Karna aku mencintaimu" ucapku perlahan,
      "Apa?" tanya vallen
      “jangan marah llen, maafkan aku dengan perasaan ini, aku menyayangimu lebih dari seorang teman. Ya itu yang aku rasakan. Perasaan ini muncul sejak kau memelukku saat itu. Maafkan aku sudah lancang bicara seperti ini kepada mu. Maaf aku... mencintaimu, aku tau, perasaan ini memang salah, sangat salah .." aku tertunduk. Kami saling diam
       "Maafkan aku, aku akan pergi dari hidup kamu, aku tidak akan menyakitimu lagi dengan keadaan ini.." aku berdiri dan melangkah berbalik, kulangkahkan pelan kakiku.
      "Ann" suara vallen memanggil, aku terhenti dan membalikan tubuhku tanoa aku menoleh ke arah vallen. Sontak aku kaget, tiba tiba vallen memeluk tubuhku dengan sangat erat, ya ternyata dia ada dihadapanku. Entah sejak kapan. Ia memelukku sampai aku merasa sedikit sesak dan sulit bernafas, tapi aku merasa sangat bahagia. Apa ini hanya mimpi?
         "Aku tidak marah ann, aku hanya baru sadar, perasaan ku sama dengan lerasaan yang kamu miliki" kosa kata demi kosa kata yang keluar dari mulutnya membuat mataku membulat tak percaya.
         "Aku mencintamu juga ann" ucapnya lagi. Aku tak oercaya dengan semua ini, aku membalas pelukannya dengan lembut dan mencubit tanganku,sakit! Ternyata ini nyata..
       "You will be my girlfriend?" tanya ku.. Dia mengangguk mantap. Aku sangat bahagia. aku memeluknya lagi untuk beberala saat lalu kukecup lembut keningnya.

***
Author POV's
       Tepat tanggal 07 February 2015, hari yang tak pernah ann lupakan. Dimana ia resmi memiliki vallen sebagai 'girlfriend'nya, dimana vallen menjadi miliknya dan ann menjadi milik vallen. Hari demi hari di lewati bersama, tak jarang ketika jam istirahat sekolah ann sempatkan waktu untuk menghampiri vallen, dan makan siang bersama. Terasa begitu indah memilikinya, meski ann tahu ini adalah hubungan terlarang. Tapi rencana tuhan siapa yang tau? Dan ann percaya, cinta adalah ciptaan tuhan dan kini ann memiliki cinta terlarang ini. Ann berjanji akan selalu menjaga cinta yang diberikan oleh tuhan kepada dirinya, dan cinta itu adalah vallen. Ann lebih sering datang ke rumah vallen, seperti biasa menghabiskan waktu berdua di kamar kecil vallen. Kamar dimana semua hal indah terjadi. Memeluknya, melepaskan rindu yang tertahan berbagi hangat ciuman, dan berbagi kasih. Hubungan ini tentunya menjadi rahasia terbesar vallen dari keluarganya. Ann berusaha bersikap biasa biasa saja bila di depan kedua orang tua vallen supaya keluarga vallen tidak ada yang curiga dengan kedekatan ann dengan vallen. Demi menyembunyikan rahasia terbesarnya vallen lebih memilih untuk main di rumah ann, karena kebetulan rumah ann selalu kosong karena orang tua nya selalu sibuk bekerja diluar sana. Suatu ketika vallen datang kerumah ann, seperti biasa ann menyambutnya dengan mengacak ngacak rambut vallen. Hal yang selalu ann lakukan, dan hal yang disukai vallen.
         “sayang, tahu nggak? Aku sudah membuat agenda kita hari ini. nih lihat” vallen memperlihatkan gulungan kertas yang di ambil dari ranselnya. Sejenak ann melamun melihat tulisan-tulisan yang ada didalam kertas itu.
         “sayang, kamu yakin bakalan ngelakuin ini semua?” Tanya ann heran.
         “yakin , kenapa? Aaa jangan katakan nggak kuat ?? hayo ngaku!” goda vallen manja. Ann mencubit pipi vallen.
        “enakk aja gak kuat, kalau gitu ayo kita buktikan siapa yang sebenarnya tidak kuat” seru ann.
        “ ayoo siapa takutt” ucap vallen, menjulurkan lidahnya. Meledek ann, ann ingin mengacak ngacak rambut vallen tapi kali ini vallen menghindar, dan mereka bercanda sampai terhempas ditempat tidur, kemudian ann membelai mesra rambut vallen dan mereka terhanyut dalam hangat dan lembutnya bibir dengan penuh cinta. Hingga lama bibir ann menyentuh bibir vallen, mereka di kejutkan dengan suara orang datang, ann pun segera mengecek keluar siapa yang datang. Vallen terlihat sangat takut dan segera mengumpat di kamar mandi. Tak lama kemudian ann datang dan tertawa melihat vallen celingukan di balik pintu kamar mandi..
          “ihh apaan sih kamu ketawa!! Lucu banget apa ya!” seru vallen kesal sambil cemberut.
          “ hahaha abisnya kamu lucu sayang, nggak usah sampai segitunya kali. Yang datang itu mamah aku, ayo kita keluar. Katanya mau ngelakuin semua yang ada di kertas” tangan ann meraih tangan vallen. Dan ann memperkenalkan vallen kepada mamahnya. Setelah cukup basa basi dengan mamahnya, dengan segera ann menarik tangan vallen, menuntun vallen kebelakang rumahnya.
          “mau kemana kita?” Tanya vallen heran.
          “Katanya mau ngelakuin hal-hal yang ada digulungan itu. Lah ayo ikuti aku saja” jawab ann.
          “wahh iyaa iyaa, ayo cepat sayang aku sudah tidak sabar.” Seru vallen tersenyum manja. Setelah beberapa menit berjalan kaki. Ann meminta vallen menutup matanya. Lalu ann menuntun vallen kesuatu tempat.
          “sekarang kamu boleh buka mata kamu” ucap ann. Vallen membuka matanya secara perlahan, yang pertama dilihat vallen adalah ann kekasihnya dimana dibelakangnya terdapat pemandangan yang luar biasa. Sebuah perbukitan yang sangat indah.
         “wooaaaahh amazing! Sayang, tak ku sangka kamu akan mengajakku ke sini ann. Tempatnya begitu indah! Naahh sesuai dengan rencanaku, ayo kita mulai. Siapa yang terlebih dahulu sampai diatas bukit sana, dialah yang kuat dan menjadi pemenangnya.” Seru vallen dengan raut wajah yang terlihat bahagia.
          “Oke siapa takut! Pasti akulah yang kuat dan sampai diatas sana duluan” ucap ann meledek vallen.
          “kita buktikan saja. Hitungan ketiga, kita mulai. 1……2……3……” mereka berdua pun saling mendahului, berlomba mendaki perbukittan yang lumayan tinggi.
         “hati hati sayang” terdengar vallen meledek ann yang jauh tertinggal dibelakangnya. Dan akhirnya vallen yang sampai terlebih dahulu diatas bukit. Ann masih terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyusul vallen yang sudah sampai diatas bukit.
          “ayo sayang cepetan, kering nih aku nungguinnya! Katanya kuat, masa gitu aja udah ngosh ngosh’an.” Ejek vallen kepada ann.
           “Awas aja ya kamu, tunggu aku disana” teriak ann. Dengan susah payah ann mendaki bukit, akhirnya ann sampai juga dia diatas bukit.
            “hahahah sayang, sayang," ann tertawa terbahak bahak.

Kemudian ann berbaring miring menatap vallen yang dari tadi tidak ada henti hentinya mengagumi keindahan alam diatas bukit.
          “wahh apaan tuh?” teriak vallen mengagetkan ann.
          “apaan sih sayang?” ucap ann terkejut.
          “Ada awan hitam yank, itu lihat! (menunjuk kearah langit) nggak asik banget deh, kayanya mau hujan” ucap vallen.
         “ohh tenang sayang, biar aku yang usir awan hitamnya. Biar gak turun hujan” langsung saja ann berdiri sambil melakukan gaya seolah olah sang Avatar yang sedang mengendalikan elemen udara. Hahha ‪#‎plakk‬ ‪#‎alaykumatt‬.
***
Tetes demi tetes air mendarat diwajah vallen, bertanda mantera ann tidak mempan mengusir hujan.
         “sayang, kayanya mantera ku tidak mempan deh. Ayo kita turun, biar tidak kehujanan.” Belum selesai ann bicara, hujan sudah turun dengan derasnya. Dengan segera ann merangkul vallen, ann melepaskan sweater yang dia kenakan untuk melindungi kepala vallen dari hujan. Bersama-sama mereka turun kebawah, tapi sepertinya cuaca tidak mengizinkan langkah kaki mereka untuk melangkah terlalu jauh. Hingga mereka tiba disebuah pohon yang lumayan besar, dan memutuskan untuk berteduh disana.
         “sayang, kita berteduh dipohon ini aja ya. Sepertinya tidak baik kalau kita paksakan untuk turun kebawah, jalannya terlalu licin dan terlalu berbahaya. Kita tunggu sampai hujan redah ya sayang” ucap ann. Dan akhirnya mereka duduk dibawah pohon itu. Udara yang tadinya sejuk kini berubah menjadi dingin. Vallen terlihat menggigil kedinginan, giginya terkatup-katup tak tahan akan dinginnya cuaca saat itu. Dengan segera ann memeluk tubuh vallen dengan sangat erat seakan akan ann tak ingin sesuatu hal yang buruk menimpah vallen.
         “Sabar sayang, hujan pasti segera redah kok” ucap ann memeluk tubuh vallen dengan erat. Vallen hanya mengangguk dan memeluk tubuh ann. Lama mereka berpelukan dalam derasnya hujan. Hal yang diluar rencana malah membuat semua ini semakin romantis. Cara ann melindungi vallen, cara ann memanjakan vallen, cara ann menyayangi vallen, membuat vallen semakin sayang kepada ann dan tak ingin kehilangan ann. Setelah hujan mulai redah mereka bergegas turun bersama, dengan langkah kecil dan canda tawa dari bibir mereka, mereka meninggalkan tempat yang tak akan pernah mereka lupakan.
Bersambung….


Senin, 09 Maret 2015

Surat untuk Tuhan :)

Assalamu'alaikum wr wb..
      Tertuju untuk mu tuhan yang selalu ku kasihi..
Hari ini aku masih dengan keadaan seperti kemarin,
Dengan tantangan hidup yang selalu kau beri sama seperti hambamu yang lain.
Tapi  kau pasti mengetahui diriku..
Aku masih menjadi hambamu yang selalu bersyukur,
Atas nafas dan rezeki yang kau beri hari ini..
       Tuhan,
Mungkin hidup ini sulit, tapi kau meringankannya dengan segala
Pertolongan kasihmu yang indah dan selalu berbeda..
Aku bukanlah hambamu yang sempurna,
Aku pun jarang kerumah mu untuk beribadah..
Namun kau selalu senantiasa memberiku pertolongan
Agar aku tak lupa dengan mu..
      Tuhan,
Terimakasih kau memberi ku kisah emas yang sangat berharga
Dalam hidup yang ku jalani..
Aku memang tak sempurna, tapi kasih mu menyempurnakanku..
Saat aku jatuh dan tertatih, kau senantiasa membantu ku untuk berdiri.
Kau menunjukan orang orang yang harus ku tolong di depan ku,
Aku memang tak kaya harta, tapi aku tau tujuan mu
Memperlihatkan mereka dihadapanku.
Untuk bersyukur dan memberi harta yang masih ku punya..
       Tuhan,
Terimakasih kau telah menggantikan semua yang ku kasihi untuk mereka..
Terimakasih kau telah memberiku kekuatan dibalik kelemahanku..
Terimakasih kau telah menghapus semua kesedihanku..
Terimakasih kau telah memberiku orang orang yang menyayangiku..
Terimakasih kau telah mengerti segala kesusahanku..
Kau memang tak selalu datang disetiap ku meminta namun
kau selalu merencanakan hal yang sangat indah untuk menjawab semua doa ku..
       Tuhan..
Hanya alhamdulillahirobbil'alamin yang bisa ku ucapkan..
Tak ada kata lain untuk berterimakasih karna pertolongan mu yangbtak terhitumg untuk ku..
Kau yang selalu ada, selalu hadir,selalu menolong dan sebagainya..
      Tuhan..
Terimakasih kau telah lahirkan ku dengan wujud yang tak kurang sedikitpun..
Terimakasih kau tellah memberiku ibu yang sangat luar biasa..
Terimakasih atas segalanya..
       Tuhan,
Jila suatu saat nanti kau hentikan nafas ini, dan raga ini..
Aku minta agar kau tetap mengasihi dan menjaga orang orang yang ku sayang dan orang orang yang menyayangiku..
Segala puji bagi mu dari ku..

Amin..

Wa'alaikum salam wr.wb..
Hambamu..